Novelist, Sociologist, Founder of OM Group

Nyanyian Seorang Renta dan Puisi Lainnya

Okky Madasari

1 min read

Nyanyian Seorang Renta

Ia tak pernah tahu nyanyiannya sumbang
Ia tak pernah ingat lagu yang sama
telah ia dendangkan berulang:

lagu tentang hantu-hantu asing
yang katanya menunggangi
lagu tentang tikus berdasi
yang jadi dalang aksi
lagu tentang bangsa besar
yang rakyatnya kelaparan

Ia lelaki renta —
yang matanya berbinar di depan sorot layar
yang telinganya hanya menangkap tepuk tangan
yang hatinya membatu, terkubur masa lalu

(Juli 2025)

Tuan Komisaris

Ada tuan-tuan bertangan tiga
satu tangan meneken janji,
satu lagi mencengkeram kursi,
yang ketiga mengeruk laba
dari perusahaan milik negara.

Mereka bukan buruh, bukan tani,
tapi pemilik ladang di semua lini.

Kementerian jadi meja jamuan,
BUMN dijadikan dapur cadangan.

Jabatan ditumpuk-tumpuk,
gaji berlipat kian kemaruk
piring emas bertingkat-tingkat,
rakyat nganggur, lapar dan penat.

(Juli 2025)

Mata Kanak-Kanak

Di mata kanak-kanak,
dunia adalah kotak permainan
setiap orang bermain peran
kesialan dan kegembiraan
hanya perkara jatah undian

Di mata kanak-kanak,
sekolah adalah ladang pembebasan
bukan barak pendisiplinan
bukan kandang penjinakan
yang mendikte segala angan

Di mata kanak-kanak,
rumah adalah rimba kasih
bukan sangkar penuh ketakutan
yang memangkas segala keberanian

Di Hari Anak,
Orang-orang dewasa menggelar perayaan
tanpa pernah sungguh-sungguh bertanya:
“Apa yang terlihat di mata kalian?”

(2025)

I Asked AI

I keep asking ChatGPT about justice
as no one could give me the answer
not books of law, nor judges, nor police,
nor leaders drunk on pride and power.

I typed “freedom” to Grok at midnight,
for no teacher could teach it in class—
not the priests or ulama who stayed silent,
nor textbooks that tiptoe through shattered glass.
I asked Gemini where the conscience went
the ones who spoke for farmers and workers,
who sang too loud about land and hunger,
and would not be silenced.

(June 2025)

Bunga Dusta

Kau rangkai dusta demi dusta
menjadi benalu berbunga di
pekarangan ingatan tiap warga
menggerogoti akar dan akal
hingga semua bertanya; siapa kita?

(Juni 2025)

Buku Sejarah

Di buku sejarah yang mereka tulis
ribuan perempuan dihapus wajahnya
penjahat bengis dirias dengan bunga-bunga
saksi palsu memegang pengeras suara
makelar menjajakan gelar dan kehormatan

Di buku sejarah yang mereka tulis
kebenaran tanggal di kerongkongan
keadilan terbang bersama khayalan

Di buku sejarah yang mereka tulis
anak-anak kita mengeja bau amis

(Juni 2025)

*****

Editor: Moch Aldy MA

Okky Madasari
Okky Madasari Novelist, Sociologist, Founder of OM Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email