cerpen
Aldo tadinya duduk melamun menatap jendela pesawat sebelum tersentak oleh suara pilot yang berteriak ketakutan karena melihat laut di depan mata....
Empat jam sebelum berpisah, sepasang yang barangkali kekasih itu mengunjungi pantai. Pantai berpasir pink, dikelilingi perbukitan karang dan pepohonan liar. Seolah...
Aroma itu datang lagi, yang ketiga kali. Aku menyebutnya aroma kematian. Karena aromanya benar-benar bikin yang mengendusnya mau mati. Karena aromanya...
Bisikan itu tidak pernah mati. Ia hanya beristirahat sejenak, seperti ombak yang surut sebelum kembali menghempas pantai. Suara itu, sebuah melodi...
Tugas itu namanya Kajian Isu Kontemporer. Dosennya, Pak Tirtayasa, seorang pria dengan kemeja flanel pudar dan kacamata tebal, bilang ini adalah...
Gaji pertamaku tidak seberapa. Bahkan, sebelum sempat utuh di tangan, ia sudah seperti tiket bus yang dicabut separuh. Ada janji traktir...
“Ada sesuatu di tenggorokanku,” ini yang ke tujuh belas kalinya Sadir berkata begitu. “Mungkin tulang ikan, mungkin radio, mungkin juga piringan...
Hitler tidak mati di Garut. Setidaknya bukan di Kampung Cikerung. Awalnya, tentu saja tidak ada yang mengenali bahwa lelaki asing itu...
Pandi yakin rumah yang baik mestilah diurus seorang istri. Sekarang, rumahnya kacau. Rumput menyesaki halaman, piring kotor berserakan di kamar, sampah...
Membaca cerita-cerita Chekhov seperti sedang mendengarkan orkestra megah di tengah demonstrasi. Atau berciuman di tengah kudeta. Yang memukau di dunia Chekhov...