cerpen
Cerpen ini merupakan bagian kedua (dan yang terakhir) dari cerpen berjudul “Serenada Langit”. *** Aku melihatmu dari sini, kau tidak perlu...
Seorang penulis yang meraih penghargaan dan uang sebanyak seratus juta itu membuatku kesal. Tulisannya tidak sebaik penulis lain yang hanya mendapat...
Hingga mobil keluar dari jalan tol setelah dua jam lamanya perjalanan, aku masih belum tahu alasan Ayah mengajak ke kota itu....
Rendra selalu tampak tenteram. Lelaki paruh baya itu tinggal di rumah kayu sederhana di pinggir teluk. Dari beranda rumahnya, ia bisa...
Suatu pagi, gegeran terjadi di Kampung Pasirlengoh. Ada sebuah lingkaran di tengah-tengah sawah. Bukan sembarang lingkaran. Lingkaran tersebut membentuk pola yang...
Aldo tadinya duduk melamun menatap jendela pesawat sebelum tersentak oleh suara pilot yang berteriak ketakutan karena melihat laut di depan mata....
Empat jam sebelum berpisah, sepasang yang barangkali kekasih itu mengunjungi pantai. Pantai berpasir pink, dikelilingi perbukitan karang dan pepohonan liar. Seolah...
Aroma itu datang lagi, yang ketiga kali. Aku menyebutnya aroma kematian. Karena aromanya benar-benar bikin yang mengendusnya mau mati. Karena aromanya...
Bisikan itu tidak pernah mati. Ia hanya beristirahat sejenak, seperti ombak yang surut sebelum kembali menghempas pantai. Suara itu, sebuah melodi...
Tugas itu namanya Kajian Isu Kontemporer. Dosennya, Pak Tirtayasa, seorang pria dengan kemeja flanel pudar dan kacamata tebal, bilang ini adalah...