Cuma Mahasiswa Hukum dengan aktivisme dan idealismenya. Manusia Departemen Kajian Strategi dan Kebijakan DEMA Justicia 2024.

Paus Fransiskus dan Kenangan Memperjuangkan Kemanusiaan

Christian Dion

2 min read

Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai

~ Fransiskus dari Asisi (1181 – 1226)

Setelah 12 tahun masa kepemimpinannya sebagai wakil Kristus di dunia sekaligus penerus rasul Petrus, pada 21 April 2025 pukul 07.21 waktu Roma Paus Fransiskus mengakhiri tugasnya sebagai gembala umat Katolik di dunia ini. Pesan terakhir darinya sebelum berpulang adalah mengingatkan kita untuk memperjuangkan perdamaian. Pesan terakhir yang berharga bagi kita semua.

Dalam berkat Urbi et Orbi (untuk Kota dan Dunia) pada hari Paskah 20 April 2025 di lapangan St. Petrus, Vatikan, Paus Fransiskus berpesan untuk segera mengakhiri genosida rakyat Palestina yang dilakukan Israel. Pesan yang sangat humanis, bahkan teori-teori hukum internasional pun seolah tak ada artinya lagi. Pesan-pesan perdamaian di akhir hidupnya seolah memberikan arti bahwa sampai akhir ia hidup sebagai Fransiskus Asisi di dunia modern.

Sosok Paus Fransiskus seolah menjadi suara kenabian humanisme di tengah dunia yang semakin individualis saat ini. Kesederhanaannya sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik membuat dirinya dikenang dekat dengan semua lapisan masyarakat. Apakah sosok Paus yang sederhana dan selalu berjuang untuk perdamaian umat manusia akan hadir setelah Paus Fransiskus?

Miserando Atque Eligendo

Kerendahan hati telah melekat bukanlah hal asing bagi Paus Fransiskus. Ia berasal dari Amerika Latin yang dikenal dipenuhi konflik dan penindasan. Sebelum menjadi Paus Fransiskus, ia dikenal sebagai Jorge Mario Bergoglio. Sebagai seorang rohaniwan Bergoglio tidak menunjukkan batasan dalam dirinya dengan umat dan masyarakat. Bergoglio terpilih menjadi Uskup Agung Buenos Aires di tahun 1998. Setelah terpilih dia terkenal vokal terhadap isu kemanusiaan di Amerika Latin, terutama di wilayah Argentina. Seolah dia adalah manifestasi dari Dom Helder Camara (1909 – 1999) baru.

Baca juga:

Ketika terpilih menjadi Paus pada 13 Maret 2013, Bergoglio memilih nama kepausannya, yaitu Fransiskus. Pada awalnya banyak orang mengira bahwa Fransiskus yang dimaksud adalah Fransiskus Xaverius seorang misionaris bangsa Asia karena Bergoglio adalah seorang Yesuit. Ternyata Fransiskus ia dimaksud adalah Fransiskus dari Asisi, tokoh yang terkenal akan pesan perdamaian dan dialognya dengan sultan sekaligus kehidupannya yang kental akan semangat kemiskinan.

Itulah jiwa seorang Paus Fransiskus sebagai pembawa pesan damai dan pesan kemanusiaan bagi kita. Selama kepemimpinannya ia memilih motto Miserando Atque Eligendo yang berarti “Dia memandangku dengan kerahiman”, “Dia berkenan memilih aku”. Itu adalah pesan bahwa sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik Bergoglio merasa bukanlah siapa-siapa. Paus Fransiskus sampai akhir hidupnya mencintai makna kemiskinan dan kerendahan hati itu.

Di masa kepausannya, Paus Fransiskus telah memberikan banyak gebrakan mengenai kemanusiaan, baik melalui khotbah yang dia sampaikan hingga perbuatan nyata seperti membasuh kaki para tahanan narapidana di Roma, Italia, ketika hari Kamis Putih. Seolah-olah cerita mengenai feodalisme kepausan ratusan tahun yang lalu telah dipatahkannya. Maka di akhir hidupnya ia telah menunjukkan bahwa ia hadir karena kehendak Tuhan, menunjukkan kerahiman Tuhan, dan pada akhirnya pulang kepadaNya.

Baca juga:

Menanti Kembali Sosok Humanis

Kepergian Paus Fransiskus seolah menjadi duka tidak hanya sebatas bagi Gereja Katolik, tetapi manusia di seluruh dunia. Sosok Paus Fransiskus yang dekat dengan semua lapisan masyarakat membuat dia dikenang sebagai pribadi humanis. Dalam duka ini Gereja Katolik seluruh dunia bertekun dalam doa menantikan penggantinya untuk meneruskan tahta Santo Petrus. Maka kerap kali kita menerka-nerka, siapa kardinal yang cocok menggantikan sosok perdamaian yang tak terganti ini?

Dalam doa, semua berharap sosok-sosok seperti Paus Fransiskus ini dapat hadir kembali. Dunia ini semakin hari membutuhkan keteladanan di tengah krisis. Paus Fransiskus kiranya adalah sosok teladan di tengah krisis itu, yang mampu mengembalikan hubungan Tuhan dengan manusia serta manusia dengan sesamanya, apa pun yang akan terjadi di kemudian hari, harapannya sosok humanis dapat hadir kembali lagi untuk menyampaikan pesan perdamaian kepada kita. Tuhan selalu menyertai kita di tengah duka dan kehilangan yang mendalam ini.

 

 

Editor: Prihandini N

Christian Dion
Christian Dion Cuma Mahasiswa Hukum dengan aktivisme dan idealismenya. Manusia Departemen Kajian Strategi dan Kebijakan DEMA Justicia 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email