malam ini, 1965
malam ini
sebentar lagi
pembunuhan itu terjadi
setiap lahan kosong
di dekat pohon pisang
tanah-tanah itu telah banyak digali
bapak, ibu, kaka, adik
dipenjara, diculik, dibunuh
malam ini,
sekarang,
dinginnya ujung pistol itu
sudah ada di belakang kepala kami
–
awal dari segala akhir
dari barat
hulu ledak menata tanah
meratakan
melenyapkan
dan mungkin
menghilangkan batas langit
juga banyak manusia
–
yang terpusat dan mengguncang
dan matahari belum kembali terbit
dunia pun terpusat dalam kepala
Bahasa,
tak lagi mengguncang tubuh,
juga benda-benda,
telah kehilangan banyak nama.
detak seperti detik
detik seperti bom waktu
yang mungkin bisa meledak
hingga pecah seluruh kata
bahkan pecah segala jagad
–
kahar
negara memakan dirinya sendiri
setiap jengkal tanah
berlubang jadi kuburan
buat kami
buat banyak rakyat
–
kahar (2)
kami mati menatap langit
tak ada lagi warna biru
hujan terasa segera turun
udara,
seperti pedas rasa benci
yang memenuhi tubuh kami
penuh segala keji
“kepal tangan tak cukup untuk meninju, nak.
kita perlu lebih dari itu.”
bukan doa, bukan
mungkin kutuk.
*****
Editor: Moch Aldy MA
