Yang Terpusat dan Mengguncang dan Puisi Lainnya

Dimas Anggada

36 sec read

malam ini, 1965

malam ini
sebentar lagi
pembunuhan itu terjadi

setiap lahan kosong
di dekat pohon pisang
tanah-tanah itu telah banyak digali

bapak, ibu, kaka, adik
dipenjara, diculik, dibunuh

malam ini,
sekarang,

dinginnya ujung pistol itu
sudah ada di belakang kepala kami

awal dari segala akhir

dari barat
hulu ledak menata tanah
meratakan
melenyapkan

dan mungkin
menghilangkan batas langit
juga banyak manusia

yang terpusat dan mengguncang

dan matahari belum kembali terbit
dunia pun terpusat dalam kepala

Bahasa,
tak lagi mengguncang tubuh,
juga benda-benda,
telah kehilangan banyak nama.

detak seperti detik
detik seperti bom waktu
yang mungkin bisa meledak
hingga pecah seluruh kata
bahkan pecah segala jagad

kahar

negara memakan dirinya sendiri
setiap jengkal tanah
berlubang jadi kuburan

buat kami
buat banyak rakyat

kahar (2)

kami mati menatap langit
tak ada lagi warna biru
hujan terasa segera turun

udara,
seperti pedas rasa benci
yang memenuhi tubuh kami
penuh segala keji

“kepal tangan tak cukup untuk meninju, nak.
kita perlu lebih dari itu.”

bukan doa, bukan
mungkin kutuk.

*****

Editor: Moch Aldy MA

Dimas Anggada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email