Connection Information

To perform the requested action, WordPress needs to access your web server. Please enter your FTP credentials to proceed. If you do not remember your credentials, you should contact your web host.

Connection Type

Tak Berjudul dan Puisi Lainnya
Seseorang yang memiliki mengapa dalam dirinya akan bisa melewati bermacam bagaimana dalam hidupnya.

Tak Berjudul dan Puisi Lainnya

Ananda Aditya Firdaus

51 sec read

Bukan Surat Cinta
: Purwa

/1/
Salah satu situasi
gawat darurat
adalah dicintai
diam-diam
seorang penyair.
Sebab mereka lihai sekali
menyembunyikan gemuruh
di balik dadanya itu.
Tak jarang dengan
penuh debar ia menangkap
senyum gadisnya
sembunyi-sembunyi,
menyimpannya pada
relung yang paling sunyi.
Menjadikannya bara
yang menjaga gemuruh
di dadanya supaya
tetap membara.

/2/
Satu-satunya yang
membikin mereka resah
adalah waktu yang
terus bergulir.
Sebab ia juga tahu
gemuruh itu
bisa meledak
sewaktu-waktu
bila hanya dibiarkan
terpendam.
Agaknya mereka
kurang radikal
perihal debar-debar.

/3/
Kuceritakan hal ini padamu
agar kau hati-hati.

Kau hanya tersenyum,
tak mengamini
atau mengingkari.

(2022)

Tak Berjudul

Dulu kita
sering saling
memecah hening
masing-masing:
antara senyap
yang berderap,
kita menemu obrolan
antah-berantah itu,
terhanyut deras arus
kata yang membikin kita
selalu ingin bertatap
dan bercakap-cakap.

Biarpun kini kita
kembali menjadi
sepasang lengang,
kuharap nyeri
tak kunjung datang
bertandang
ke rumahmu lagi.

(2022)

Tek-tek!

Di persimpangan jalan,
sepasang kekasih
yang lama berpisah
bertemu.

Malam kian sesak
hari itu
gerobak tahu tek-tek
dan sepasang mata beradu.

“tek-tek!”
Bunyi dua mata
gunting bertemu.

Menambal resah
dengan tahu
dan kecambah
berselimut
sambal kacang

: malam, kau lapar?

Sepiring malu,
segelas haru.
Perjamuan usai.
Kangen terbayar,
malam kekenyangan.

(2022)

Malam Penghabisan

Kau harus siap-siap
saat malam pertaruhan
waktu semua orang terbuai;

kau jangan sampai lalai
atau akan tenggelam
dalam semu kebebasan.

(2023)

Secangkir Puisi

Alhamdulillah, tak rugi aku
menyesap puisi tiga kali sehari;

ia berhasil menjagaku tetap
waras, di tengah-tengah
kesintingan
yang makin mewabah.

(2023)

*****

Editor: Moch Aldy MA

Ananda Aditya Firdaus
Ananda Aditya Firdaus Seseorang yang memiliki mengapa dalam dirinya akan bisa melewati bermacam bagaimana dalam hidupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email