Fiksi & Puisi
Matahari sedang berada di titik puncaknya, bersinar terik tepat di atas ubun-ubun seolah hendak memeras setiap tetes keringat dari pori-pori kulit....
Menangis Bulan seseorang lupa mematikan kesedihan di langit malam takbiran. bulan meneteskan cahaya seperti air mata yang terlalu terang. takbir mengalir...
Piknik jangan kelewat sering melihat berita, kata ibu tapi inilah jendela inilah kaca depan balasku, sambil berbelok menghindar dari lubang lihat...
JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskan jarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikan bahwa kau akan datang,...
Saat Bapak Masuk Rumah tak lama setelah tulangnya menghijau bapak pulang membungkus siang membawa malam yang diselipkan rapi di saku celana...
Pada Ambang Pada ambang yang tak dirayakan, aku belajar: melangkah tanpa beban sering kali lebih jujur daripada menyusun kata kemenangan. Semoga...
Sudah dua belas hari para petani di desaku, termasuk ibuku, menggali lahan pekuburannya di pekarangan rumah sendiri. Mereka melakukan segala upaya...
Sunat Suatu hari Huru-hara negeri Dewasa ini Kau tarik sejenak ke ruang imajinasi Ada anak kecil di dalam dirimu Duduk menunggu,...
Hujan turun perlahan pada hari wisuda Gilang Saputra, seolah langit sedang menimbang apakah peristiwa itu layak dirayakan dengan gegap gempita atau...
Arsip Duka Duka kami dicuri— lalu dicatat rapi. Air mata disimpan sebagai statistik. Isak dipindahkan ke arsip. Orang-orang dipanggil, suaranya disegel...