Yesus Cuma Mati Buatku dan Puisi Lainnya

Jonathan Sihotang

1 min read

yesus cuma mati buatku

yesus harusnya cuma mati buatku. bukan buat polisi yang gebukin demonstran, tentara tukang keruk lahan, atau pejabat yang buka jejaring judol di kamboja.

kalau ia penebus, aku ogah bagi-bagi darahnya: separuh buat aku yang berdosa karena miras, rokok, dan omong jorok, sementara separuhnya lagi buat si onoh dengan tangan bersimbah darah.

aku nggak sudi, kuharap kamu juga (please stop berucap “ampunilah dosa pemimpin kami” setiap upacara bendera).

orang (jorok)

nota kondom yang basah oleh air mani adalah satu-satunya yang tersisa dari kamis malam (sebelum kamu hilang entah ke mana). jorok, walau tetap akan kusimpan bersama dengan yang lain:

1. nota dimsum (yang basah oleh air mani);
2. nota screening film prancis tanpa subtitle (yang basah oleh air mani);
3. uang dua ribu kembalian beli es teh jumbo (yang basah oleh air mani);
3. nota buku obskyur amerika latin (yang basah oleh air mani);
3. nota parkir dengan catatan nomor LBH (yang kena bercak darah).

mimpi buruk director’s cut

EXT. DI DEPAN GEREJA – PAGI
gereja karismatik besar, parkiran ramai mobil
burung berkicau, minggu paskah

HOOK
PETRUS (riang, agak teriak)

jangan bilang kamu udah “dewasa”, kalau masih belum tau fakta-fakta ini
jangan skip buat tau fakta nomor lima

fakta 1: guru sekolah minggumu bohong
fakta 2: philia tidak lebih dari 0,5mg alprazolam;
fakta 3: storge hanyalah 2mg risperidone;
fakta 4: eros yang kamu nantikan ternyata cuma sebotol gin dan arak di kamar tigakalitiga;
fakta 5: mesias tidak membantu suku awyu di boven digoel.

FADE OUT
TULISAN DI LAYAR:
cintailah produk-produk indonesia!

Yesua Amnesia

Bila Yesua terlahir tanpa ingatan surgawinya, bahwa ia adalah yang bertahta di sebelah kanan Yang Mahakuasa; masihkah ia memilih tinggal mengobrol dengan tua-tua di Yerusalem. Bukan meludahi mereka yang adalah rekan sekerja Romawi.

Atau masihkah ia menahan diri untuk melempar batu; bukan kepada perempuan yang berzinah, tapi ke wajah Tiberius.

Ia akan tumbuh semakin besar dan kita semakin kecil; bukan untuk mati di kayu salib, namun menggulingkan Pontius Pilatus di hadapan istrinya, membiarkan Herodes mati dalam tamparannya sendiri, serta membuka aib si tua Kayafas.

Sayang bagi mereka yang tertindas di tanah kelahiran Yesua, bahwa ia tidak lagi lahir bagi mereka; untuk mendaraskan sepuluh tulah, kini bagi umat kesayangannya—bagi yang mengucap nama Adonai—sambil merampas dan menelanjangi.

Pun untuk menebus dosa. Sebab tidak ada yang tersisa di atas penderitaan mereka, selain kesalehan dan keringat darah seperti yang pernah tumpah di Getsemani.

*****

Editor: Moch Aldy MA

Jonathan Sihotang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email