Aku Sumeng Lima Hari
mah,
aku sudah sumeng lima hari
mataku didih memamah api
tiada yang datang membawa obat
kumuntahkan kesendirian hari ini
lalu lupa
cara membedakan keringat
dan air mata
mah,
aku ingin berteriak
namun suaraku dicekal realita
merebah aku layaknya bangkai
lidahku getir bercampur mimpi buruk
ajal berdiri di ambang pintu
mengulum camel ungu—menyeringai
menawarkanku giliran
mah,
aku tak punya sesiapa—
untuk sekadar berkata:
aku takut mati sendirian.
(2025)
–
Alter Ego
pagi ini nametag-nya rakyat biasa
sesaset kopi & kerja on time
basa-basi soal cuaca
berpura-pura lupa kalau semalam
ia bersumpah akan kabur ke planet lainnya
malam hari ia menjelma jpeg di x
mengetik puisi dengan kuku plastik
menjerit soal cinta, trauma, dan ketidakadilan
dengan nama palsu dan foto anime setengah kaku
siapa yang liar?
ia pun lupa.
mungkin kita semua hanya tab incognito
yang tertutup buru-buru—
jejak digitalnya lenyap sebelum orang tahu.
(2025)
–
Di Pemakamanku
jangan kau bawa bunga
mereka takkan tumbuh di dadaku
yang sudah lama mengering
tuntas sampai kandas
sebab telah kunantikan matahari
dan bergumul dengan angin
memohon iba kepada dunia
yang membatalkan pendengarannya
jika tak kuasa kau tadah air mata
pastikan itu untukmu sendiri
sudah selesai kutangisi diriku
bahkan sebelum aku mati.
(2025)
–
Ambisius
aku belajar tidur dengan punggung membatu
dada kempis, mata terbuka separuh:
siaga—seperti binatang di tengah hutan
yang tahu: bahaya akan selalu datang
meledaklah aku di malam ketiga
mereka menemukanku keesokan harinya
duduk diam dengan mulut penuh pecahan bintang
yang kutelan satu per satu—
agar tiada lagi yang bersinar tanpaku.
(2025)
–
Selamat Ulang Tahun
usia berputar seperti gasing mabuk
detak detiknya berjatuhan
menjadi hujan mainan
yang kau punguti dengan mata tertawa
di bulan ini engkau bercabang:
menjadi tujuh, sebelas, atau dua lima
yang berlomba mengelak takdir tuhan
selamat ulang tahun yang selamat
di mana dedoa akan memakai sepatu roda
bertabrakan satu sama lain
lalu jatuh ke pangkuanmu—perlahan.
(2025)
*****
Editor: Moch Aldy MA
