penyuka film-film setan, penggemar kopi sachetan. sering banyak lupa kalau ditanya tentang matematika. Buku puisinya, "Catatan Dari Pekarangan Acak"(Penerbit Lumpur, 2025)

Notulen Peziarah dan Puisi Lainnya

Muhammad Daffa

1 min read

NOTULEN PEZIARAH

kumasuki kubur dalam diri
papan-papan kesunyian
1 kali 2 meter
menggempur pertanyaan
berulang kali,
seolah mati
belum punya nyali
buat sekadar bicara

kubur dalam diri
tanpa sedu-sedan melati
biarkan hening dalam nyanyi
sebab tidur jadi bantal buat esok hari

man rabbuka sekadar destinasi
sebelum kafan dirudapaksa sepi
momen penyendiri adalah kunci
meski patah hati berbisik hati-hati

sadarkan diri, hidup numpang kopi
sedikit mabuk puisi, ongkang-ongkang
di jalur pacu ramai pengemudi

kita bertukar ini kisah
kepada siapa? angin muntah
seiring peziarah
duduk menghampar
berlembar-lembar gundah

SEGALA YANG FARDHU

cinta yang persetan
jangan dulu kau datang

biar kutuang terlebih dulu
dalih kepergian minum susu
di simpang sebuah tunggu

asu melompat curi matamu
membuka segala yang fardhu
menggonggong tanpa malu

biarkan dulu

apa-apa
yang mesti digedor
dari pikiran beku

RUANG ISTIRAH PARA PEMBENCI

nyanyian panjang
perihal kenangan;
serabut usang
menuju lubang galian;

lompatan-lompatan nurani
cari ruang istirahnya sendiri

di dalam diri, badai tak henti
menulis nubuat para pembenci
seolah mengerti, lajur pulang-pergi
mesti dirombak ulang
sebelum dunia merebutnya kembali

FAKE AKUN

menukar peristiwa
dengan seragam
yang selalu gagal
kau beri nama;
jiwa pulang
diantar metadata

tapi tidak kata-kata,
ia kembali
sebagai akun pengguna,
kirimkan cuaca
badai algoritma,
membujuk kita
gabung segera,
pada tautan grup
entah apa

PENJURU BAYANG

rumah menghilang
dari kita
sebuah rute
yang tak benar-benar ada
atau resmi mengada-ada

rumah menghilang
ke penjuru bayang
mengiris keheningan
dalam jantung remang

rumah berpikir itulah ambang
dari nasibnya yang tumbang
melulu dihajar
lalu-lalang petang

SAMAR KAMAR

tiap kali hari mengantar
ke pembaringan
ia bayangkan aku
sebentang jalan
yang dihapuskan
dari semacam dongeng

tapi dongeng telanjur gugur
buah bibir gagal bertutur
orang-orang memakamkannya
jauh sebelum kita
ditulis jari-jemari kata

*****

Editor: Moch Aldy MA

Muhammad Daffa
Muhammad Daffa penyuka film-film setan, penggemar kopi sachetan. sering banyak lupa kalau ditanya tentang matematika. Buku puisinya, "Catatan Dari Pekarangan Acak"(Penerbit Lumpur, 2025)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email