Mencipta Api dan Puisi Lainnya

Bintang Prakasa

58 sec read

mencipta api

akhir-akhir ini
aku melihat suatu hal
yang melebihi imaji dalam puisi.

hal tersebut bernama api
ia muncul di berbagai titik
dipadamkan hingga ditikam
oleh negara beserta anjing-anjingnya.

kepada beberapa api
yang sedang beristirahat
di tempat-Nya.

istirahatlah dengan damai
karena api-api tersebut
telah menjalar kepada
orang-orang yang berdiri
di atas buku dan molotov
di dalam tulisan yang menusuk tirani.

serta, api tersebut sudah
membakar hal-hal yang dulu bungkam.
salah satunya adalah
api telah membakar puisi.

puisi menjadi api
yang dapat menghanguskan
negara
simbol-simbol
ataupun anjing-anjing
yang mengumpat di selangkangan kekuasaan.

1312

siang itu
aku meminta restu
kepada ibu

untuk mengizinkanku
melaksanakan ibadah terakhir
yang dapat kulakukan.

hal tersebut adalah
meledakkan kantor polisi
beserta isinya.

itu semua akan
aku lakukan
dengan beberapa tahapan;
menulis,
membaca buku,
mendengarkan lagu.

jika hidup adalah pilihan maka aku akan memenggal kepala aparat bajingan

jika hidup adalah pilihan
aku akan memilih
menghancurkan tubuhku
dengan gigiku sendiri.

dibanding harus mengetahui
bahwa engkau
hilang,
mati,
hangus.

dibunuh negara dan cecunguknya

tak ada lagi
rasa takut dalam hidup
yang dapat menggerogoti
masa tuaku.

bahkan,
jika seluruh kegetiran
kepahitan
kecemasan
dan segala kiamat
yang telah menyerang selama hidupku
itu semua sekarang
hanya seperti mengunyah
roti tawar dengan selai kacang saat sarapan.

kiamat sesungguhnya
telah hadir di mataku.

kiamat itu adalah
melihat manusia
yang kuberi rasa kasih dan sayang
sebanyak buih di lautan
harus mati dibunuh negara.

peluru

selongsong pena
merakit kata demi kata
untuk menyerang mereka
yang gila kuasa.

secarik kertas
memberi ruang dan nafas
untuk menuangkan
prosa-prosa membara.

tulisan tersebut
akan berkelana.

memburu setiap jiwa
yang menutup telinga
dan buta dengan hal
yang terjadi di sekitarnya.

*****

Editor: Moch Aldy MA

Bintang Prakasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email