Kuntarti Soedomo, pengajar Al-Qur’an selama 20+ tahun. Pecinta puisi, panahan, berkuda, dan renang. Riang, kreatif, penuh kasih, dan teguh dalam kesederhanaannya.

Meluahkan Rindu dan Puisi Lainnya

Kuntarti Soedomo

38 sec read

Meluahkan Rindu

Tak terhitung
Berapa banyak kesempatan
Saat kulihat gambarmu
Dalam kebersamaan dengan bapak dan ibu
Selalu kusuka bagian itu
Untuk meluahkan rindu
Saat setetes saja kenangan bergulir di pipi
Sudah cukup meyakinkanku

Bahwa cinta
Sesungguhnya ada pada mereka
Setulus jujurnya
Jika dicari yang sepadan
Mungkin dunia tak menyimpan

(Mei 2025)

Suara

Dengan keyakinanmu tentang jalan lempang
Sebab permintaan pada-Nya
Telah kau utarakan
Terdengar suaramu menenangkan
Kata-katamu patut disimpan
Boleh ribuan kali diucapkan

Agar gelap berganti terang
Namun jangan sebut kata pantangan
Biarkan kutidur berpeluk tenang

(Mei 2025)

Tanya

Semua tanya ini
Tak mampu terjawab pasti
Aku pun tak kuasa memahami diri sendiri
Lantas bagaimana berjalan
Pasti sulit tanpa keimanan
Akankah bagai daun kering ditiup angin
Mengotori genting-genting
Pahamilah skenario langit teramat penting
Sebaiknya tafakur dalam hening
Tiba-tiba hati ‘kan bening

(Mei 2025)

Gamang

Jika ada selembar kertas bertuliskan
Sebaris kalimat nasihat
Sebutkan di mana kutemukan
Di masjid
Di gereja
Di kuil
Di pura
Di antara candi
Kalimat bijak tak pernah bias
Biar kulangkahkan kaki
Mencari apakah tersembunyi
Di titik lelah merepih hati
Sejatinya Allah tempat kembali

(Mei 2025)

Kuntarti Soedomo
Kuntarti Soedomo Kuntarti Soedomo, pengajar Al-Qur’an selama 20+ tahun. Pecinta puisi, panahan, berkuda, dan renang. Riang, kreatif, penuh kasih, dan teguh dalam kesederhanaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email