Hari Ini Kita Hanyalah Tahanan
Hari ini kita hanyalah tahanan, terjerat pasal-pasal kelengahan, kurang paham ketidaktahuan, mempertanyakan aturan di luar kebiasaan
Kepentingan pribadi dikedepankan, lebih jumawa merasa tak terjadi apa-apa. Kematian demi kematian hanyalah angka-angka yang kemudian kembali diam
Hari ini kita hanyalah tahanan; serangan yang sebagian dianggap candaan, memang nyatanya kelihatan. Seluruh kepanikan yang kau elak, menolak mayat yang siap dikuburkan
Ketakutan kian tertular, ketakutan pula kau gugurkan, memaksa sepakat dengan jalannya; pada logika yang tak searah
Hari ini kita hanyalah tahanan; angka-angka seperti jalan menanjak, menikung, jurang kebingungan
Tiap hari dibeberkan; anjlok. Diberitakan—merah—kami pun turun ke jalan—darah. Keresahan turut berduka
Yang tersisa tinggallah tumpukan kekesalan, merembet tak terpenuhi, kebutuhan tertahan, phk bukan pilihan, solusi tak ditawarkan
Kehidupan atau mati; kebutuhan tak mau berhenti
Hari ini kita hanyalah tahanan, tak tahu sampai kapan bisa bertahan.
(2025)
–
Citra
Identitas bangkai, bingkai formalitas. Ditaburnya heroin ke raut mayat.
Duduk enggan bernapas, berdiri tak pernah tua.
Pengabaian repetitif dari sejarah infrastruktur telah dibangun.
Dibentuk sedemikian manusia—menghasilkan keserakahan, keangkuhan, dan kerobohan puing-puing pikiran.
(2025)
–
Berahi Penguasa
Negara membuang identitasku di kloset sekolah.
Namun, apakah buku-buku pelajaran terbuat dari berahi kekuasaan?
Rupanya benih-benih cinta telah tumbuh dari seorang remaja yang telat mengetahui cara bersengkongkolan dengan orang dalam.
Tetapi mengapa nikmatnya kian semu? Ia pun tidak mengerti, demikian pula aku.
(2025)
–
Kinred
Mati dan hidup lagi. mati dan hidup lagi. mati dan hidup lagi. mati dan hidup lagi. mati dan hidup lagi. mati dan hidup lagi. mati dan hidup lagi. mati dan hidup lagi. mati dan hidup lagi. mati dan hidup lagi. mati dan hidup lagi. mati dan hidup lagi.
Dalam penjara yang sama. dalam penjara yang sama. dalam penjara yang sama. dalam penjara yang sama. dalam penjara yang sama. dalam penjara yang sama. dalam penjara yang sama. dalam penjara yang sama. dalam penjara yang sama.
Hidup memang tertulis pada nama-nama kematian.
(2025)
–
Fase
Masa lalu—yang trauma
[luka]
[mara]
[duka]
Masa kini—yang resah
[langkah]
[rengkah]
[kalah]
Masa depan—yang khawatir
[lahir]
[getir]
[bundir]
dan aku berdiri
mencoba tak runtuh
dari gempa dan ledakan
p.i.k.i.r.a.n (sendiri)
(2025)
*****
Editor: Moch Aldy MA
