Kirim
/1/
Mengalir isi kepala ke jemariku
tertahan sejenak di sebuah pena
tertata di sebuah pesawat kertas.
/2/
Aku memikirkannya sepanjang malam
memusingkannya sepanjang waktu
namun, masih saja ada ragu
kirim nggak ya?
apa nanti saja.
/3/
Telah menjadi sebuah pesawat kecil
Siap lepas landas ke genggamanmu
mengikis segala ragu
kirim nih?
kirim!
/4/
Ceklis satu
ceklis dua
ceklis biru
ia mendarat di hatimu.
(Tanah Abang, 2025)
–
Balas
Ting!
sebuah pesan masuk
kau membalas dengan singkat: Y
“Singkat amat!” kataku
lalu kau mengetik
dengan jarimu yang lentik
pesan begitu panjang
rupanya
ting!
pesan itu akhirnya tiba
kau kirimkan segerombol
kunang-kunang ke kepalaku
aku pusing membacanya.
(2025)
–
Teruskan
Dua panah berbelok
meneruskan tautan
pejabat menyidak air
ke dalam sumur bor
ia pun tenggelam
dalam kebisingan
lalu timbul
di ketaksaan.
(2025)
–
Hapus untuk Semua Orang
Kau urung menyampaikannya
sebab aku berhenti membaca
kini kau terlalu sendiri
termenung dalam
kolom percakapan yang sepi
biar hapus saja
hapus saja
hapus
pupus
pupuslah dari memori
dan aku tak bisa
melihat apa-apa lagi.
(Kebon Kacang, 2025)
*****
Editor: Moch Aldy MA
