Fiksi & Puisi
lalat-lalat, 1 lalat-lalat bernyanyi sambil menyetubuhiku— mengecup lembut semua pori. menjilat manis keringat. melumat habis seluruh bulu, hingga cairan menyembur dari...
Panah Tak Sampai ada yang berbicara tanah sambil merakit panah hendak membunuh langit sengit sekali, hingga sanak saudaranya mengernyitkan alis tak...
Tak kusangka, langit masih gelap saat pagi. Kabut juga masih menutupi kota. Maka istriku—yang membutuhkan 240× genggaman listrik—kutaruh kembali ke atas...
Di Antara Dua Bukit Kau tahu, Siti Hajar tidak berlari karena putus asa, tapi karena ia yakin— air akan datang entah...
Ah, shit. Here we go again… *** Namaku Arpeggi. Dan beginilah kehidupanku sekarang. Hidup sebagai ikan Angler dengan ingatan dan kesadaran...
diberkati api cukup untuk membuat seseorang menyalakan api di tubuhnya sendiri. meski penderitaan selalu kurang dilahap dunia & kematian meminta lapar...
Kamu menginjakkan kaki di dermaga dan melambaikan tangan. Koper cokelat tua peninggalanku yang kamu genggam terlihat semakin lusuh. Bajumu tampak masih...
Menelusuri Kesunyian angin tak bergerak lagi, hanya membeku pada selimut malam. dari kamarku, sorak bapak-bapak di kedai kopi tak terdengar lagi....
Sepertinya aku sudah gila. Ya, kamu tidak salah baca. Baru saja aku mematikan laptop dan memilih tidur, menyerah pada naskah yang...
Dalam Mata (Air) 1998 mungkin puisi hanya menjadi catatan pahit di rak ingatan 1998, ada gema suara mengalir ke segenap negeri...