Fiksi & Puisi
Malam-Malam Kubaca Diriku malam ini tubuhku lembaran-lembaran yang penuh coretan acak dari riuh-gerahnya kehidupan: dari pekerja-pekerja yang letih di jalan dari...
Bisikan itu tidak pernah mati. Ia hanya beristirahat sejenak, seperti ombak yang surut sebelum kembali menghempas pantai. Suara itu, sebuah melodi...
Melihat Ayah Membakar Tembakau ibuku mati kulihat ayah ikut mati suatu hari, ayah membakar tembakau di depan tungku api berharap kesepiannya...
Tulang di Punggung Ayah di punggung ayah tulang-tulang selayak jalan menuju desa menonjol setapak sebagai ruas penghidupan bagi kaki-kaki yang dilupakan...
Tugas itu namanya Kajian Isu Kontemporer. Dosennya, Pak Tirtayasa, seorang pria dengan kemeja flanel pudar dan kacamata tebal, bilang ini adalah...
Apa Cita-Citamu? Di kelas, seorang murid berkata: “dokter, pilot, presiden.” Guru hanya tersenyum, ia tidak berani bilang cita-citanya sederhana sekali: cukup...
Gaji pertamaku tidak seberapa. Bahkan, sebelum sempat utuh di tangan, ia sudah seperti tiket bus yang dicabut separuh. Ada janji traktir...
Menafsir Kemarau Dingin menerjamah kemarau ketika malam beranjak dewasa ketika bulan rebah pada lembar daun yang senyap akan rahasia. Setelah kemarau...
“Ada sesuatu di tenggorokanku,” ini yang ke tujuh belas kalinya Sadir berkata begitu. “Mungkin tulang ikan, mungkin radio, mungkin juga piringan...
Panduan Hidup di Era Modern bangun pagi hari, kemudian buka ponsel pintarmu periksa semua pesan, panggilan, serta notifikasi kemudian biarkan algoritma...