Lebih sering menulis untuk bertanya daripada menjawab.

Bapak Rumah Tangga dan Puisi Lainnya

Salman Alade

1 min read

Pada Suatu Hari Minggu di Bulan Juli

pada suatu hari Minggu di bulan Juli,
perang masih berlangsung.

presiden masih berpidato.

radio masih mengabarkan
negeri-negeri
yang saling menembak.

dunia mengalami kontraksi politik.

yang satu melahirkan
negara-negara baru,
perjanjian-perjanjian baru,
tatanan baru.

tetapi di sebuah rumah beton
yang baru dibangun,
seorang perempuan
berhenti menghitung kontraksi,
karena rasa sakit
sudah lebih pandai
daripada angka.

tak ada dokter.
tak ada monitor.

hanya seorang dukun kampung
yang lebih hafal
arah kepala bayi
daripada arah mata angin.

barangkali,
bagi seorang ibu,
kontraksi di perutnya
jauh lebih nyata
daripada seluruh berita
yang disiarkan radio
hari itu.

keesokan harinya,
koran-koran
tetap memberitakan dunia.

sejarah selalu mengingat
siapa yang memenangkan perang.

tetapi tubuh ibuku
memenangkan sesuatu

yang bahkan dunia
tidak pernah tahu
sedang diperebutkan.

Pada Sebuah Tanggal 4 di Bulan Juli

pada sebuah tanggal 4 di bulan Juli,
orang-orang
memberi nama
kepada kemenangan,
kemerdekaan,
dan masa depan.

sementara ibuku
tak sempat
memberi nama
kepada rasa sakitnya.

ia hanya menghitung
jarak
antara satu kontraksi
ke kontraksi berikutnya,
hingga angka-angka
kehilangan arti.

barangkali,
setiap kelahiran
selalu bermula
dari sesuatu
yang tidak sanggup
ditanggung sendirian
oleh sebuah tubuh.

ketika aku akhirnya
menjadi tanggal
di dalam ingatan keluarga,
kalender
tetap melanjutkan pekerjaannya,
seolah
4 Juli
hanyalah
satu kotak kecil
yang tak pernah tahu

pernah menyimpan
seluruh semesta
di dalam perut
seorang ibu.

Sebelum Aku Memiliki Nama

sebelum seseorang
memanggil namaku,

ibuku
lebih dahulu
memanggil rasa sakit.

ia menjawabnya
dengan napas,
keringat,
dan kedua tangan
yang berkali-kali
menggenggam udara.

aku belum mengenal
bahasa apa pun.

yang mula-mula
mengucapkanku
adalah kontraksi.

yang pertama kali
mengejaku
adalah rahim.

barangkali
setiap manusia

sebelum menjadi kata,
pernah menjadi
nyeri
di dalam tubuh
seorang ibu.

Giliran Keempat

rumah itu
sudah tiga kali
menghafal tangis bayi.

dindingnya
tidak lagi terkejut
oleh air panas
yang buru-buru direbus.

tikar itu
sudah tahu
ke mana darah
akan mencari jalan.

dukun kampung
datang
dengan langkah
yang tidak tergesa
seolah ia sedang
mengunjungi
sebuah musim
yang telah dikenalnya.

tetapi pagi itu,
ada sesuatu
yang tidak dimiliki
tiga kelahiran sebelumnya.

bukan karena
aku lebih berat
atau lebih nyaring.

melainkan karena
sejak sebelum membuka mata,
aku telah lebih dahulu
menjadi sebuah penantian

yang berpindah
dari bibir ke bibir,
hingga akhirnya
dipangku
oleh kedua tangan
ibuku.

Salman Bukan Sahabat Nabi

ibuku
tidak sedang
melahirkan
seorang sahabat nabi.

ia hanya
memungut
sebuah nama

dari ingatan
yang telah lebih dulu
dipenuhi
kisah-kisah saleh.

barangkali
ia percaya,
nama
adalah doa
yang paling lama
tinggal
di tubuh seseorang.

ketika
namaku
pertama kali
dititipkan
ke telingaku,
yang lahir
bukan seorang
salman al-farisi,
melainkan
seorang anak

yang sedang
dipinjamkan
sebuah harapan,
yang sejak hari pertama,
dipercayai ibuku

bahwa kecerdasan
juga bisa diwariskan
melalui sebuah doa
yang kebetulan
berbunyi:
namaku.

Bapak Rumah Tangga

sejak sebuah buaian
kembali digantung,
rumah kami
sedang belajar
memindahkan beban.

di sudut dinding,
sebuah kunci truk
lebih sering
menggantung
daripada berpindah
ke saku celana.

ayah
lebih banyak
memandangi jalan,
seolah setiap tikungan
masih menyimpan
sesuatu
yang enggan pulang.

lalu ibu,
diam-diam
menghafal
cara menggendong
lebih dari
seorang anak.

ayah mulai menghafal
bunyi panci,
langkah-langkah
di dalam rumah,
dan tangisku.

sementara ibu
menghafal
jalan-jalan
yang dulu
dihafal ayah.

(Juli 2026)

*****

Editor: Moch Aldy MA

Salman Alade
Salman Alade Lebih sering menulis untuk bertanya daripada menjawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email