Bahasa Seng
malam / tidak pernah benar-benar / sunyi.
selalu ada / seng yang bergetar / mengucapkan / sesuatu / dengan logamnya.
angin timur / menelusuri / setiap paku / seperti jari / membaca huruf braille / di tubuh rumah.
kami menyebutnya / gemerisik.
padahal / mungkin / rumah sedang / mengeja / nama seseorang / yang lupa pulang.
atau / sedang mengabarkan / bahwa langit / telah lama / kehilangan / seseorang / untuk diajak bicara.
–
Tata Bahasa Pohon
pohon-pohon / tidak bergoyang.
mereka / sedang berdiskusi.
daun-daun / saling memotong / kalimat.
ranting-ranting / menganggukkan / pendapat.
batang-batang / berdiri / sebagai saksi.
hanya manusia / yang mengira / semua itu / sekadar angin.
sebab / sejak menemukan / bahasa sendiri,
kita berhenti / belajar / bahasa daun.
–
Debu
debu / adalah huruf-huruf / yang terlalu ringan / untuk dibaca.
ia beterbangan / mencari / mata / yang masih percaya / bahwa udara / bisa menulis.
setiap musim timur,
langit / mengirimkan / ribuan surat.
kita / buru-buru / menutup jendela.
lalu berkata,
tidak ada / siapa-siapa.
padahal / surat itu / masih berputar-putar / di ruang tamu.
–
Pintu
tidak semua / pintu / dibuka / oleh tangan.
ada yang / dibujuk / oleh angin.
mula-mula / terdengar / derit.
lalu / perlahan / daun pintu / mengalah.
seperti seseorang / yang akhirnya / berani / mengatakan / apa yang selama ini / dipendam.
tetapi kita / hanya bangkit / untuk menutupnya kembali.
barangkali / begitulah / nasib / setiap percakapan / yang datang / dari alam.
–
Angin Timur
setiap tahun / ia kembali.
tidak membawa / wajah.
tidak membawa / nama.
hanya suara-suara / yang dipinjam / dari segala benda.
ia berbicara / lewat seng.
lewat daun.
lewat jemuran / yang menari.
lewat pagar / yang bergetar.
lewat tali / yang saling membentur.
mungkin / sebab tak memiliki / tubuh,
angin / harus meminjam / seluruh dunia / agar bisa terdengar.
–
Bahasa yang Hilang
aku mulai percaya,
alam / tidak pernah / diam.
kitalah / yang perlahan / kehilangan / pendengaran.
kita hafal / bunyi mesin.
hafal / dering telepon.
hafal / notifikasi.
tetapi / lupa / membedakan / suara hujan / yang meminta masuk,
daun / yang sedang berdoa,
atau seng / yang semalaman / mengabarkan / kesepian / kepada langit.
musim angin timur / datang / setiap tahun.
bukan untuk / merobohkan rumah.
melainkan / mengingatkan,
bahwa masih ada / bahasa-bahasa / yang tidak membutuhkan / manusia,
namun tetap / sabar / menunggu / untuk didengarkan.
(Gorontalo, 2026)
*****
Editor: Moch Aldy MA
