Bagian-Bagian Kesendirian dan Puisi Lainnya

Aminul Arif

2 min read

Catatan Aktivitas Hari ini

untuk memulai hidup baru letakkan tubuhmu
pada detak jam dinding. mulailah memetakan pagi,
siang, sore dan malam dalam sebuah ceklis aktivitas
hal ini juga akan membantu malaikat raqib
membuatkanmu laporan kebaikan setiap harinya.

pagi. mulailah dengan doa-doa yang kau hafal
jangan rapikan, itu akan membuatmu nyaman
lihatlah kamarmu, di sana rak buku yang berisi
pembelajaran self improvement dengan sticky note
berwarna-warni mengajakmu menemukan kutipan
yang cocok untuk hari ini. betapa elite global menguasai
ekonomi dunia dan harga mie instan semakin naik.

siang. jika kau belum bisa membeli barang mewah,
setidaknya kau sudah lebih dulu membuka mata
sebelum matahari betul menyengat kepalamu.
kenali dirimu sewaktu mengunyah makanan.
keluarlah dan ajaklah seseorang ke warung kopi,
bertindak sebagai analisis kebijakan.
suarakan revolusi salurkan energi positif ke setiap orang.
ingatkanlah industri merusak bumi, agama menentang kerusakan.
teguklah kopimu sekali lagi.

sore. carilah tempat  di mana kau bisa melihat matahari
tenggelam. di laut petang, gunung senja, remang jalan,
cobalah menjadi puitis dan mengunggahnya di instastory.
dirimu adalah manusia tempat maut berlumbung.
hari begitu melelahkan, ulangi itu.

malam. hari begitu melelahkan.
taburlah kesepian di setiap sudut kamarmu.
buka sosial media dan berapa orang yang melihat ceritamu.
suatu waktu kesedihan menjadi alat tukar untuk membeli apapun.
itu adalah mimpimu, bangun lebih awal.

ulangi itu.

(2023)

Bagian-Bagian Kesendirian

1.
entah pada detak keberapa, kau berupaya menghentikan hitungan
yang berdentum di dada, mengenali dunia bahwa ia pada mulanya
berupa ledakan dan mungkin saja berakhir dengan senyap.
di ruang senyap itulah meditasi diajarkan dengan bersila, berbaring
tengkurap dan diam.

2.
sejak kecemasan dianggap penting diajarkan
maka dirimu lebih sering melafalkan istilah
berbahasa asing utamanya di ruang-ruang neurologis
sesuatu yang disembunyikan di dalam kepala.

3.
kau meninggalkan media sosial di saat dirimu jatuh cinta
di mana internet lebih mudah mengutarakan perasaan dari
bibir manusia. hanya ada buku-buku lama dan tak ada hal baru yang ramai dibicarakan. di kota yang padat ini bagaimana seseorang bermain dengan diri sendiri.

4.
kau menganggap harimu begitu purba
namun di sini  tak ada hewan liar, tak ada hutan-hutan, tiada
tempat untuk berlindung kepada kemarau dan melepaskan diri
dari bahaya Tuhan juga manusia.

5.
lambungmu disesaki dua gelas kopi vietnam
kau sengaja mendatangkan kecemasan dan mendengarkan
marconi union – weightless dengan headphone. kau masih mengenali
hari yang sabtu, di mana mata seseorang lebur  di kepalamu.

(2023)

Revisi Penelitian Akhir Pasca Sidang

Bab I

di bagian permulaan manusia mengeja waktu, masalah telah hadir begitu dekat dengan dirinya dan karenanya itu, rencana-rencana menyalin sebab hukum akibat melahirkan hipotesis di kepala manusia. kita mendeskripsikan masalah seolah ia bukan bagian diri kita, merumuskan pertanyaan-pertanyaan dan menjawabnya sendiri.

Bab II

kita menyusun kata adalah di banyak kata benda, kata sifat, kata kerja dan kata-kata yang tidak kita mengerti. membangun sebuah kerangka dengan tulang-tulang teoretis sehingga segala yang vital di tubuh manusia dapat selamat dari tuduhan kerusakan yang diciptakan ilmu pengetahuan.

Bab III

kita kesulitan memisahkan angka-angka dan kata-kata sebagai sebuah pendekatan, namun upaya menggabungkan keduanya memudahkan kita untuk mengantongi angka lebih banyak dengan membual ke mana-mana. perihal lokasi dan sumber data; bumi dan alam adalah pilihan primer sehingga ia tidak akan direduksi sampai semua diatur kembali oleh waktu.

Bab IV

hasil dan pembahasan dimulai dari perjalanan empirik menelusuri lintang bumi, kemarau menyulutkan api dan membakar hutan, sebelumnya memang ditemukan seekor rusa bersetubuh dengan harimau dan itu sesuatu yang sangat dilarang. hal ini telah menjawab rumusan masalah yang pertama.

manusia mudah berkeringat, suhu udara meningkat, gunung-gunung melepaskan bahnya yang sekian lama membeku, memang di kerajaan laut telah melakukan pelanggaran besar, segala macam lauk bersepakat tak ingin muncul ke permukaan untuk melahap mata pancing.

kematian terjadi di banyak tempat, perang diledakkan untuk mengurangi populasi manusia, dari hasil wawancara oleh raja hutan mengatakan hal ini telah direncanakan jauh setelah pohon-pohon tumbang dan belukar dipangkas katanya untuk melemahkan superioritas manusia agar tunduk dan tidak menjadi tuhan.

Bab V

kesimpulan menutup dirinya, tanpa tanggapan dan sanggahan.

Panggilan Wawancara

di ruang kecil ini, berkas lamaran telah kusiapkan
kuletakkan di atas meja. barangkali aku telah duduk
tepat di hadapanmu, segalanya begitu gelap
dengan itu, bunyi adalah keharusan
memahami segala gelagat.

sesi wawancara dimulai
silakan ajukan pertanyaan!

aku tak mengenali suara itu, di kepala hanyalah
jawaban-jawaban atas kemungkinan pertanyaan
yang kau ajukan.

tidak ada pertanyaan yang kusiapkan
di curriculum vitae ini. semua isinya hanyalah
jawaban atas kemungkin pertanyaan
yang kau ajukan.

silakan ajukan pertanyaan!

permintaan bertanya secara tiba-tiba
selalu saja menghasilkan pertanyaan yang buruk.

ini adalah berkas riwayat hidupku.
apakah akan semakin panjang dan menebal
atau terhenti di sini, di ruang ini?

manusia menggelinding di bumi
tiada kata hadang dan batasan
apakah laut tempat terakhir dirinya mengapung?

mengapa manusia selalu ingin terlihat
dan Kau tidak?

pertemuan ini begitu ragu
apakah ini panggilan yang kuharapkan
atau panggilan yang hanya menunggu
panggilan selanjutnya
ke mana kita?

terima kasih telah mengajukan surat lamaran
pertanyaan saudara akan dipertimbangkan
kami akan mengabari saudara dan memproses
lebih lanjut berkas saudara.

(2023)

*****

Editor: Moch Aldy MA

Aminul Arif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email