METODE
melihat May Swenson di pantai
komposisi, sekaligus intervensi
kehadiran observer ini menyela
tapi pula bagian dari konstruksi
bahwa mengungkap mekanisme
dari suatu kontinum yang lazim
via aneka tanda di ruang sampel
selalu dihadapkan pada limit ini
variabel ditimbang lewat seleksi
instrumen relevan tersebab klaim
konvensi mengabaikan sekunder
fitoplankton tak sekrusial pohon
kognisi terpencar dalam koneksi
tetapi setiap kepingan dari bukti
mengembalikan apa yang absen
ke skema dunia yang direstorasi
konfigurasi tumpuk dan singkap
ombak terus menyisipkan dirinya
satu sama lain ialah siklus, ritme
semacam tesis dari sintesis lama
–
TRANSLASI
aku tidak bisa menyebutnya
repetisi, atau hal terbarukan
kecuali aku dan setelah-aku
tiada lebih dari pion digeser
menjadi prospektif, kendati
selalu terimpit 2 tanda kutip
bahwa kemajuan selama ini
efek samping gaya eksternal
asumsikan kemiringan salju
tak lain substrat bagi vektor
kakiku di atas papan luncur
dan tangan pada tongkat ski
gesekan telah diminimalisir
gravitasi mengendalikanku
tubuh statis—maju perlahan
depan pun semakin terindra
ini akan jadi cerita berbeda
semisal kaki-tangan terlibat
lebih jauh dalam gerak, dan
berpretensi sebagai metode
barangkali, di suatu sungai
akan kutemu cerminan diri
tempat Heraclitus tertegun
oleh inersia dalam isometri
–
KONTROL
hidrofobik seperti yang dibilang
butiran air terpencar bagai raksa
mekanisme daun talas temporer
soal mitigasi terhadap rembesan
mempersepsikan wujud otoritas
komplemen pipet dengan ampul
lebih represif mungkin kain lap
gagal mengelola fluiditas massa
dalam cara-cara memisah residu
distilasi pun koagulasi tak netral
logos maujud melebihi suspensi
ia organik pada arus ambulakral
–
ASESMEN
mata pengamat tidak didesain
bagi dispersi partikel nano—
yang diprediksi larutan sejati
positif koloid via efek Tyndall
tapi adakah ambiguitas fisik
cerminan dari ambiguitas ide
Bochner memotret: sinonim,
setara namun beragam strata
peralihan dari/ke infinitesimal
dalam kapasitas visual Escher
zoom in dan zoom out impuls
mengikut glissando Xenakis
cluster atas data pradeduksi
pada medium sebagai kontex
skalar dalam pengabaian rutin
tapi vektor disentuh observasi
–
KUBUS
sinkronisasi sulfur dan besi
dengan nuansa emas-coklat
visi dari Picasso + Braque
jadi kristal bergaya analitis
sesama kongruen berkoloni
variasi tak lebih pengaturan
dimensi, diurai ke beraneka
skala: 1:3, 1:4, 2:5, 4:7, …
sebagai taburan chocochips
merias bongkahan gamping
matang dalam sedimen laut
begitulah kita saksikan Pirit
terkadang balok bertumpuk
apartemen brutalis, reduksi
radikal atas Discobolus itu
beralih sosok semifiguratif
6 – 6,5 dalam Mohs, cukup
keras dan bersudut runcing
lebih ringan daripada emas
sama berkilau buat menipu
ajukan 1 kumpulan sebagai
maket urban yang gemerlap
seolah digambar oleh Klimt
pada bongkah konglomerat
kongruensi + kesebangunan
saat n kubus saling berimpit
menjadi falsifikasi gagasan
konformitas ≡ keseragaman
tak cuma geometri, Pirit pun
retorika ihwal kegemilangan
kilau ilusi masa kebangkitan
pascakeringnya arus Eufrat
saat simetri sekedar oksidasi
bersemi serbuk bunga sulfat
menyebar aroma telur busuk
dan efek domino keruntuhan
*****
Editor: Moch Aldy MA
