sastra
Bisikan itu tidak pernah mati. Ia hanya beristirahat sejenak, seperti ombak yang surut sebelum kembali menghempas pantai. Suara itu, sebuah melodi...
Melihat Ayah Membakar Tembakau ibuku mati kulihat ayah ikut mati suatu hari, ayah membakar tembakau di depan tungku api berharap kesepiannya...
Tulang di Punggung Ayah di punggung ayah tulang-tulang selayak jalan menuju desa menonjol setapak sebagai ruas penghidupan bagi kaki-kaki yang dilupakan...
Tugas itu namanya Kajian Isu Kontemporer. Dosennya, Pak Tirtayasa, seorang pria dengan kemeja flanel pudar dan kacamata tebal, bilang ini adalah...
Apa Cita-Citamu? Di kelas, seorang murid berkata: “dokter, pilot, presiden.” Guru hanya tersenyum, ia tidak berani bilang cita-citanya sederhana sekali: cukup...
Gaji pertamaku tidak seberapa. Bahkan, sebelum sempat utuh di tangan, ia sudah seperti tiket bus yang dicabut separuh. Ada janji traktir...
“Ada sesuatu di tenggorokanku,” ini yang ke tujuh belas kalinya Sadir berkata begitu. “Mungkin tulang ikan, mungkin radio, mungkin juga piringan...
Panduan Hidup di Era Modern bangun pagi hari, kemudian buka ponsel pintarmu periksa semua pesan, panggilan, serta notifikasi kemudian biarkan algoritma...
Hitler tidak mati di Garut. Setidaknya bukan di Kampung Cikerung. Awalnya, tentu saja tidak ada yang mengenali bahwa lelaki asing itu...
Tato Yesus di Punggung Istriku Malam pertama keos ini saat aku hendak quickie di tengah nikmat gaya Cerberus aku gagal fokus...