saya menulis untuk mengungkapkan rahasia yang tak mampu diucap oleh mulut.

Manusia Tanpa Mimpi dan Puisi Lainnya

Varell Lubert Giuliano

1 min read

Presiden Kucing

di negeri antah berantah,
posisi pemimpin negara sedang kosong,
dan banyak diperebutkan.

kali ini, rakyat sudah tidak percaya lagi pada manusia.
akhirnya mereka menunjuk seekor kucing oranye,
untuk menduduki kursi kepemimpinan

setelah dilantik,
ia membentuk kabinet.
singa, sang raja hutan, dilantik menjadi menteri pertahanan.
semut ditunjuk menjadi menteri sosial,
sebab ia sangat pandai bersosialisasi.
dan burung beo, diangkat menjadi juru bicara presiden,
karena ia sangat pandai mengulang kata-kata si kucing.

kali ini tikus tidak diajak,
karena sudah terlalu lama
berada dalam roda pemerintahan.

Pendidikan Wajib Patuh

selama 12 tahun menempuh pendidikan,
kami belajar untuk patuh.

saat bertindak jujur, kami dikucilkan.
ketika bertanya, kami dicemooh.

ketika beranjak dewasa,
kami paham,
bagaimana cara bertahan hidup.

menunduk,
mengangguk,
dan pura-pura tidak tahu.

Manusia Tanpa Mimpi

di masa depan,
entah berapa lama lagi dari sekarang,
tidur dianggap sebagai sebuah kemandekan.
manusia dituntut untuk terus terjaga,
atas nama produktivitas.

ketika masa itu tiba,
dunia bak pabrik yang tak pernah berhenti beroperasi.
kata “rehat”, “tidur”, “rebah”, dan lain sebagainya,
telah dihapus dari kamus kemajuan.

pada masa yang sama,
manusia telah mencapai tingkat kecerdasan tertinggi,
sebab mereka tak pernah berhenti belajar dan bekerja.
sayangnya, mereka tak lagi punya mimpi,
karena mereka tak pernah tidur lagi.

Payung yang Butuh Rehat Mental

payungku menolak kubawa saat hujan.
“maaf,” katanya,
“aku sedang rehat mental,
hujan terlalu emosional untukku.”
aku terpaku,
rasanya baru kali ini aku ditolak,
oleh benda yang tugasnya memang membuka diri.
namun, aku menghargai perasaannya,
meskipun akhirnya aku basah kuyup.

Perceraian Sepatu

pagi tadi, sepatuku bertengkar hebat.
sepatu kanan bilang langkahku terlalu pelan,
sedangkan yang kiri bilang kecepatanku ada di batas normal.
mereka terus berselisih paham,
sampai pada akhirnya mereka sepakat
untuk pisah ranjang.
dan sekarang,
aku harus membeli sepatu baru.

(2025)

*****

Editor: Moch Aldy MA

Varell Lubert Giuliano
Varell Lubert Giuliano saya menulis untuk mengungkapkan rahasia yang tak mampu diucap oleh mulut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email