Huruf-Huruf di Antara Namaku dan Puisi Lainnya

Ilham Nuryadi Akbar

56 sec read

Huruf-Huruf di Antara Namaku

Aku merawat retak dengan waktu yang lama
memasung malam di bawah cahaya lilin
menghitung angka-angka yang patah
dan sajak-sajak yang tak ingin kau susui itu
barangkali adalah bahasa
yang tak sempat kuberi nama.

Kau membungkus pertanyaanku dengan daun paling rapuh
membalas diksi-diksi melalui puisi yang tak lengkap
sebab itu bernas kabarmu
tak pernah utuh kubaca.

Kau tahu tanganku tak cukup merahasiakan
dingin sebuah pelukan
lalu kau cabuti huruf-huruf di antara namaku
dan menjatuhkannya
di atas bunga-bunga padma.

(Pematangsiantar, 30 Januari 2026)

Mencipta Buku Neraka

Sejak rumahku enggan kau tapaki
maka kota ini aku kutuk
dan aku bukan lagi penyair
melainkan ikan di laut pasang
saban hari bertapa pada karang-karang tajam
menjinaki biru ombak-ombak konkaf
sebelum tangan dan kakimu
membasahi memar ingatanku
dengan seribu buih.

Kau masih saja pelaut
berlayar demi dicumbui desir angin
waktu adalah bekal yang kau habiskan
sebelum tiang pancang dermaga
menjanjikan penumpang baru, ladang subur,
juga rimpang pepohonan.
Kau mengetahui
di atas tanah
mustahil aku hidup.

Andai aku masih penyair
kupastikan kalimat neraka penuh api
melunasi serapahku pada buku yang tebal
aku ingin lembar halaman
benar-benar mengekalkan
kesendirianku.

(Pematangsiantar, 30 Januari 2026)

Rumah Api
: Tragedi Jampo Keupok – Aceh (17 Mei 2003)

Di tanah kami
konflik adalah pisau yang menceraikan sebuah damai
anak-anak membayar luka
para ibu berkelindan
diasingkan dalam ruang sekolah dasar
semata mempelajari
apa itu jasad.

Tenang suatu pagi telah ganjil diutus perang
para bani berhenti bermain bola
petani lupa pada pematang
seorang bapak pergi mencari sembuh
bahkan ranting-ranting tak lagi hingar cericit burung
sedang kengerian
kian menjelma iblis
yang menguji iman kami
dengan cara pengecut.

Pematangsiantar, 30 Januari 2026

*****

Ilham Nuryadi Akbar

Pemandu Wisata Maut

Galih Santoso Galih Santoso
4 min read

Telan

May Wagiman May Wagiman
4 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email