Selamat Datang
selamat datang di era
standar pencapain meroket
sedang standar moral menukik
mohon kencangkan sabuk pengaman
kita sedang dalam ketinggian angan-angan
–
Hidangan Virtual
dicari, dicari
di mari, di mari
cari apa kak
mari sini!
menu apa yang kau mau
segelas cumbu dengan desah
sepiring nasib dengan judi
atau cukup sesendok dusta?
lumayan untuk investasi
bonus jodoh tiga hari
kalau mau lain bisa dipilih
janji manis hingga bully
ketik saja mana kau ingin
produk andalan selebriti
atau si botak pembela nkri
di sini kau bisa memasak harapan
tak perlu mahal membeli psikotropika
cukup gulir dan gulir hingga delusi
nikmati afirmasi dunia sudah kau miliki
masuk kak, masuk saja
varian banyak alamat
berbagai macam hidangan
kau tinggal atur menu
menjadi
pelaku
atau
korban.
–
Penyangkalan
ini maya kau sebut
bersumpah hanya anganmu
bukan nyata yang bisa kau cumbu.
tapi saban malam hingga pagi
kau menjelajahinya setiap inci
observasi hingga sudut titik.
ini dunia, tempat segala huru-hara
kau datang untuk selamatkan sadar
tapi justru jatuh semakin dalam.
melarikan diri satu-satunya cara
terlambat, kau sudah terperangkap
lalu berputar di pengingkaran sekian.
–
Ain
gulir, gulir, gulir, gilir, lagi
hitam dan kuning dan pink
merah lalu hitam lagi dan lagi
gulir, gulir, gulir, gilir, lagi
aku yakin dia aslinya banyak duka
yang ini sudah pasti pencitraan saja
halah, semua emang sok sempurna
paling modal healingnya juga hutang
tertawa, senyum cantik, bicara negara
estetik, pasangan romantis, cuan dan cuan
klik “ih, couple goals banget”
klik “MAU”
klik “spill skincarenya dong kak”
hari ke hari, jam ke menit
mata perih hati menjerit
dan jari masih si munafik
“cantik sekali” idih, jijik!
–
Kepalaku adalah Pasar
kepalaku adalah pasar
dengan tikus & bau selokan
sayur busuk sisa kemarin
aroma monza yang lapuk
asap rokok penjaja tisu
ikan amis & tahi ayam
juga wangi pecel & uang.
*****
Editor: Moch Aldy MA
