Resep Masakan Ibu
Jadi kau ingin masak apa, Nak? Ayam kecap? Bumbunya mudah: Bawang merah putih, sereh, jahe, garam, gula, kunyit dan kecap. Jika ingin pedas tambahkan cabai.
Aku sudah tahu. Sering bikin, Bu.
Lalu?
Ada yang kurang. Engkau menambahkan tiga siung cinta, irisan senyum dan taburan doa. Sedang di tempatku tak ada.
Akan kutitipkan bahan-bahan itu pada waktu.
Maksudmu, waktu yang membikin rindu? Seperti omelanmu?
(Februari 2025)
–
Bingung
Aku menggigil tatkala puisi itu bersikap dingin
Memagari kalimat demi kalimatnya dengan kata yang tak mudah dikunyah kepala
Menjebak dengan kepak-kepak metafora
Isyarat dari bingung mendengung
Cari yang bernama makna!
Sulit. Dia terselubung pada kalimat tanggung.
Buntu.
Bingung menggema pada tebing-tebing dan palung-palung
Tanyakan makna pada penciptanya!
Bagaimana?
Makna ada pada setiap bait, frasa, bahkan bola mataku sekalipun, tetapi tetap saja kau tak mengerti? Payah!
Bingung menjadi aku
Aku menjadi bingung.
(Januari 2025)
–
Kaleng Khong Guan
Takbir menyeru raya
Kaleng Khong Guan berdentang
Ramai orang melolong canda tawa demi membawa pulang ia sebagai jamuan raya
Kaleng Khong Guan dibuka satu demi satu isinya
Dilihat rupanya, diendus, dimakan lalu dicerna
Senang sekali mendapat jamuan nikmat cuma-cuma
Namun, jangan buka kaleng Khong Guan yang merahnya pudar
Kau tak akan mendapat wafer cokelat
Kemungkinan paling baik adalah rengginang, atau jarum jahit?
(April 2024)
–
Rumput
Kepada siapa rumput mengadu, jika lebat dibabat tumbuh dibunuh?
*****
Editor: Moch Aldy MA
