PUSARA MAYATKU
dor!
otakku pecah
berserakan
di tanah
tercecer saraf-saraf radikal
yang berdarah-darah
di jalan terjal
siapa penembaknya?
bisa saja aparat
atau manusia keparat
siapa penguburnya?
bapak-ibuku
kakak-adikku
yang ditodong kepalanya
–
APA ALGOJO PEDULI?
darahku terciprat
di pistolnya
di sepatunya
di matanya
yang apatis
menonton
isian otakku mencuat
bersama sumpah serapah
“aparat keparat!”
–
CUKUP BEGINI SAJA?
bapak mengubur
kepala-besar-ku
ibu menangisi
mulut-ember-ku
kakak meratapi
aksi-patriot-ku
adik mengamati
bujur-tubuh-kaku
aku
–
SAJAK DARAHKU
kuburanku masih hangat
ditimbun tanah-tanah nan basah
sementara
sajakku sudah jadi bara
digubah seonggok air mata dan darah
Semarang, 2024
*****
Editor: Moch Aldy MA
