diberkati api
cukup untuk membuat seseorang menyalakan api
di tubuhnya sendiri. meski penderitaan selalu kurang
dilahap dunia & kematian meminta lapar lebih banyak lagi.
ketika darah menjadi lebih nyala dari api di merah mataku &
ketika kehidupan selalu punya banyak cara menggelap-padamkannya.
maka diberkatilah hidup
dalam api Sondang
nyala sunyi Bikkhu
& semua kemarahan yang dipendam di dada
diberkati api.
diberkati api.
Aaron tidak sendiri &
tak mungkin padam tak mungkin
tak menjalar
pada-Mu.
apakah darah melihat nyala api di merah mata-Mu &
apakah kehidupan punya cara meredam selain air mata;
keputus
asa
-an
cukup untuk membuat seseorang menyiram doa
di dada orang-orang, supaya tumbuh harapan.
–
diberkati harapan
cicilan usia &
termin wajahmu
dalam cermin;
bunga-bunga harapan
menuai maut
akhirnya ada yang tuntas juga
dari tunas-tunas baru itu
yang belum sempat
mengucapkan penyesalan
–
diberkati mimpi
kematian datang & datang lagi
tetapi kita
tetap hidup
di dalamnya.
–
diberkati ingatan
ada bercak usia
pada lembar buku tua
musim & cuaca yang
dikemudikan angin –
debu adalah hal-hal
yang jauh dari genggaman
dekat pada ingatan
–
diberkati Layla
membayangkan ia menari
cahaya bulan di kakinya
jari-jari & ranting-ranting
seperti bersandar
pada angin & mata
di dalam sangkar
kecantikan, keanggunan
di luar suara burung
sauh di punggung dahan
oh janjiku, kebimbanganku
tak ada yang bisa menahan
maukah ia berlabuh
berbelas kasih kepada keluhanku
rasa cintaku dari rasa sakitku
–
diberkati sepi
lekaslah menjadi langit & burung-burung
kesepianku. kesekian kali kukatakan
betapapun kesepian demikian perih di tenggorokan
& ingin segera dibebaskan serupa dahaga
tetapi selalu ada senja yang sedih & mataku
yang basah setelah semacam gegar malam
meninggalkan kemurungan lagi. ingin pergi
ke seberang hari tetapi tak ada hari lain lagi
barangkali kesepian akan mempertemukan kita
menyusuri dadaku meraba jejak waktu
detik demi detik yang degupnya gemetar
di jantung peristiwa, mimpi kita –
maka datanglah segera ke sana, meski sebentar
membelai rambutku menjelma angin, helai demi helai
berbisik lirih bahwa segala hal akan baik-baik saja
*****
Editor: Moch Aldy MA
