satir adalah humor | romuh halada ritas

Kehilangan Gigi dan Puisi Lainnya

Kelabu -

41 sec read

GIGI-GIGI BERJATUHAN

Apa huruf terakhir yang kau kuucapkan
sebelum maut datang begitu lembut
mengiris nadimu perlahan?

“Bukan huruf, melainkan gigi-gigiku
berjatuhan dari mulutku,
satu per satu,
lalu pecah terbanting di lantai.
Seorang perempuan bernama ibu
memungutnya dan menyusunnya
menjadi kata-kata terakhirku.”

Apa kata gigimu?

“Maafkan aku, anakmu, Ibu.”

GIGI SUSU

Aku mimpi ketika kecil dulu,
saat copot gigi susuku,
setelah dua tahun tak lagi menyusu
kepada ibu.

Agaknya gigiku lekas pergi
meninggalkan tubuhku
mencari Ibu susu baru.

Aku mimpi satu per satu gigiku copot.
Dan setiap satu gigiku copot,
maka berkurang pula satu usiaku.

Saat kudapati gigiku habis dalam mimpi,
di puncak gunung,
kudengar gigi susuku memanggil-manggil namaku.

PERTANYAAN TENTANG GIGI YANG TANGGAL

Mengapa kita tak pernah mengucapkan
terima kasih dan selamat tinggal
untuk setiap gigi yang telah tanggal?

RUANG TUNGGU KLINIK GIGI

Di ruang tunggu klinik gigi,
aku melihat anak kecil menangis.
Sementara ibunya berkata:
“Tak apa, nanti tumbuh lagi.”

Dan aku iri,
bukan pada giginya,
tapi pada kepercayaan polos
bahwa semua yang tanggal akan kembali.

KEHILANGAN GIGI

Gigi—dan seperti banyak hal di hidup ini,
aku baru tahu pentingnya gigiku
ketika mulai kehilangan.

*****

Editor: Moch Aldy MA

Kelabu -
Kelabu - satir adalah humor | romuh halada ritas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email