Mahasiswa sastra. Lagi suka eksplorasi teknik cerita. Juru tulis Komunitas Rabo Sore.

Menu Esok Hari dan Puisi Lainnya

Satria Al-Fauzi Ramadhan

38 sec read

Resep Memasak Negara

Kau hanya butuh pisau
dari dapur yang tak pernah mengepul
dan semerbak tempe basi
tanpa sentuhan tangan ibu.

“Mengapa hambar sekali?”
tanya ayah pada ibu suatu hari.

Ibu tak menjawab.
Kepalanya sibuk memikirkan
asin pengganti garam
dan pedas pengganti cabai.

Cara Menikmati Negara

Meja dan piring cantik
serta denting garpu dan tawa adik
menguap di sore suram
pada rumah tanpa pintu
tanpa berita
tanpa kabar buruk
tanpa apa-apa.

Negara di Lidah Ibu

Menjadi negara
ucap ibu suatu hari
adalah menjadi bumbu masakan
kau hanya tinggal memilih
mau menjadi penyedap
lidah bagian mana.

“Kau harus tetap memilih, Nak.
Sebab jika tidak,
lidahmu akan hambar
dan perutmu akan lapar.”

Menu Esok Hari

Ibu selalu bertanya pada kami:
hidangan apa yang harus dikunyah
dan ditelan
dan dicerna
esok hari.

Ayah selalu menjawab:
hidangan yang sesuai gaji
yang tidak membebani
perut dan hati.

Adik selalu menyahut:
hidangan yang menyenangkan
yang ada ayah di samping kiri
dan ibu di samping kanan.

Aku selalu terdiam:
sebab aku tahu
satu-satunya menu
yang tersaji di meja makan
hanyalah pertanyaan.

*****

Editor: Moch Aldy MA

Satria Al-Fauzi Ramadhan
Satria Al-Fauzi Ramadhan Mahasiswa sastra. Lagi suka eksplorasi teknik cerita. Juru tulis Komunitas Rabo Sore.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email