I write words for a living. Sometimes they even make sense.

Menghamili Tuhan dan Puisi Lainnya

Rizal Nurhadiansyah

52 sec read

MENGHAMILI TUHAN

aku menggauli sunyi,
di atas ranjang cahaya yang retak

tuhan berbisik di telingaku,
menyuruhku menanam benih kata
ke dalam rahim dunia

setiap desir menjadi doa yang menggeliat,
dan tubuh jadi kitab yang basah oleh makna

kami bercinta sampai malam hamil oleh nubuat
dan dari setiap orgasme,
lahirlah anak-anak tuhan
yang menulis ulang keberadaban
dengan napas yang masih hangat dari surga.

NEGARA DALAM PERUT

aku makan nasi pemberian presiden,
rasanya seperti upacara kenegaraan

di perutku, bendera berkibar
pejabat berdebat di usus besar

setiap sendawa jadi pidato
ketika lapar—rapat darurat.

IKLAN LAYANAN MASYARAKAT

suara lembut di televisi berkata,
“jadilah warga yang baik.”

lalu aku lihat tetanggaku sedang memulung moral dari tong sampah

di bawah spanduk “bersih itu sehat,”
para pejabat mencuci tangan mereka dengan air keruh

malam harinya, iklan itu tayang lagi,
kali ini dengan musik yang lebih optimis,
agar kebohongan terasa menenteramkan.

MUSEUM MASA DEPAN

di ruang pertama, kurator menunjuk sebuah toples berisi air mata
labelnya spesimen empati, tahun terakhir ditemukan 2031

di dindingnya, tergantung foto orang tersenyum tanpa filter
pengunjung berbisik kagum
tanpa tahu apa maknanya

di ruang terakhir,
ada cermin besar bertuliskan,
“anda adalah artefak yang masih berfungsi.”

IBUKU PEREMPUAN SETENGAH IKAN KEMBUNG

ibuku perempuan setengah ikan kembung.
separuh manusia yang rajin menanak nasi,
separuh lagi bau laut yang tak pernah hilang.

setiap pagi ia menggoreng dirinya sendiri,
tapi hanya separuh matang.

ketika aku lapar,
ia bilang,
“jangan habiskan aku,
kau masih butuh pelukan.”

*****

Editor: Moch Aldy MA

Rizal Nurhadiansyah
Rizal Nurhadiansyah I write words for a living. Sometimes they even make sense.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email