Api & Bahasa
dulu, api melahirkan bahasa
kita jadi lebih punya banyak
waktu untuk bercerita
menghayal yang tidak ada
sebelumnya gigi kita begitu kokoh
gusi & rahang mesti kuat
mengunyah berjam-jam
hingga kita akan kelelahan
meringkuk & mendengkur
di pojok-pojok gua
sekarang, kita berpegang
pada cerita yang ribuan tahun
telah dikarang
seaneh & sesulit apapun kakunya
kita tetap memeluknya sambil
berharap putih sorga
bergidik-gidik hukuman
kolam penuh air api
(2025)
–
Spiritualitas Demam Berdarah
terpujilah rumah sakit, infus, pesawat
sederhana; roda yang dipasang di kaki
ranjang yang bisa didorong, butir-
butir obat dari pabrik farmasi
saban hari
orang-orang dengan wajah beragam
mengunjungiku, berair muka baik
& tak jarang sudah kelelahan oleh
kesialan hidupnya masing-masing,
mereka mengucapkan; Tuhan yang baik
akan segera memberiku kesembuhan
apakah itu Tuhan yang sama?
yang lebih suka membelah laut
& membelah bulan
ketimbang menyelamatkan
pemuda berjaket hijau
yang sedang mencari rejeki
dilindas rantis polisi
penjengukku berekspresi tulus
tak elok kujawab ketus
hari menjadi minggu, kebosanan
membuatku merasa sia-sia
apakah Tuhan itu lebih memilih mengelus
kepalaku yang terbaring lemas?
ketimbang menolong anak-anak papa
di bilangan Gaza yang direkam dunia
hanya sebagai statistik data
atau kekuatannya hanya terbatas pada
relasi-relasi mikro? tak berdaya
di hadapan perkara
perdamaian dunia
ibuku mengucap syukur, tentunya kepada Tuhan
trombositku akhirnya mulai naik
setelah hari-hari titik merah menjamur
subur di seantero lenganku
aku mengira semua ini karena kerja keras suster
yang mengukur darahku, mengganti infusku, siang
berganti malam, dokter yang mencurahkan
segala ilmu & pengalamannya,
juga atas sikap baik
& kooperatif yang kujaga
semua itu direnggut oleh Tuhan
semuanya harus berterimakasih
kepada Tuhan
(2025)
–
Entropi
di jaman yang maju maju maju
kita mundur ke 27 Juni,
berdoa harus izin dulu
Cidahu, salib dicabik, kaca dikepruk
berkeping-keping pecah
lalu maju semu ke 27 Juli
sekolah Minggu di Padang
kursi-kursi plastik dibanting patah
anak-anak & perempuan
menangis ketakutan
Tuhan tidak menolongmu
dari amuk kebencian
Tuhan juga tidak menolong mereka
dari kebencian mereka sendiri
yang mengamuk-ngamuk
terus Tuhan ngapain anjir?
apa dunia ini disetting otopilot?
tapi settingannya kok begini
dibutuhkan banyak revisi
& pemrograman ulang
seperti entropi
yang tak bisa dibantah-bantah
perlu banyak energi
buat mempertahankan
kestabilan sesuatu
seperti pertemanan
& cinta, habis energi berapa
kamu merawatnya?
(2025)
–
Gak Jelas
aku terlalu petakilan untuk
kamu perah-perah air matanya
Grand Heaven Surabaya
tol asin magrib magrib
jendela oranye sesenggukan
pipi yang agak berminyak
tengah malam
sancaka utara
earphone lagu dj
menyumpal kelenjar
air mata
cinta meranggas jadi angka nol
& tuhan ada 1
& jumlah tuhan ada 1
yang sebenarnya aku tak
pernah bertanya ada berapa
tuhan & cinta
cinta & tuhan
01010101010101
kode yang akan digantikan
sesuatu quantum
bertaruh
semoga kita
mujur
tetap bisa mengarang cinta
& mengarang
siapa penciptanya
(2025)
*****
Editor: Moch Aldy MA
