Menelusuri Kesunyian
angin tak bergerak lagi,
hanya membeku pada selimut malam.
dari kamarku, sorak bapak-bapak
di kedai kopi
tak terdengar lagi.
hanya musik jazz—
meneteskan kesedihan
dengan nada mengalun.
aku mulai meraung
dalam ketidakpastian,
menelusuri kesunyian;
menuju kematian lain
besok pagi.
–
Dimatikan Malam, Dihidupkan Pagi
langit hitam semakin kelam.
tiada kepastian yang bisa
dikutip dari gelapnya malam.
kicauan burung lenyap diterkam
kegelapan. ranjang di kamar
tak kunjung memberi tenang.
barangkali, yang tertinggal
hanyalah kau yang mampus
saat ini. walau besok pagi
kau harus hidup kembali
untuk menjalani
kehidupan yang menampar
hambar.
–
Simfoni Apokaliptik
gemuruh langit malam
menjatuhkan api berisi
dendam pada bumi
yang tak lagi berwarna.
manusia yang terjilat api,
mulai sadar: bumi pun
bersiap meninggalkan mereka.
dunia telah menjelma neraka.
dan surga pun tinggal nama
dalam buku-buku
yang sudah terbakar.
–
Komedi Kehancuran
hidup adalah perjalanan
menuju
k e
h a
n c
u r
a n.
dari kehancuran ini,
kurasakan lengang
yang pelan-pelan
meresap ke tulang,
dan ia berbisik
langsung ke dada:
hancur bukanlah akhir—
melainkan sebuah cara
untuk benar-benar bisa
menertawakan lawakan hidup
yang tak kunjung selesai.
*****
Editor: Moch Aldy MA
