Di Perpustakaan dan Puisi Lainnya

Ahmad Rizki

1 min read

saut muda berbicara kepada puisi

saut muda duduk sendiri
di trotoar malioboro
meracau puisi
negara dan diri sendiri

diminumnya sebotol bir
yang sisa setengah
yang menjadikannya kafir
terhadap sastra indonesia

bibirnya yang neraka
tak tentu arah
memanah raksasa
yang bermukim di kepala

matanya yang hitam
tak berhenti melawan
negara dan swasta
yang menganggu kehidupan

saut muda duduk sendiri
meminum bir dan meracau puisi
dan di matanya yang hitam
tak pernah berhenti berjalan
pengetahuan dan
pemberontakan
yang berkelindan
menjadi iman
atau sekadar hiburan

di bibirnya yang neraka
sisa bir jadi anugerah
untuk sebuah pesta
membunuh sastra indonesia

saut muda yang duduk sendiri
di trotoar malioboro
menghabiskan bir yang sisa separo
dan akhirnya tak peduli
negara-swasta-puisi
tak mengenal dirinya sendiri
di kubangan sastra indonesia

h
a
r
i

i
n
i

(2025)

meletakkan buku di pergelangan tanganmu

apa artinya menonton
faust di amsterdam, katamu

hurufhuruf berkelindan
di sepanjang sabtu dan
sepasang burung
merantai kesepiannya
tanpa nasihat
kecuali sepotong bait
hamzah fansuri yang menggugat

suatu dekapan menangkap
basah, di hadapan 24 puisi
chairil, menanggalkan
pakaian kebangsaannya
dan laut mampu melucuti
kecemasan alisjahbana
yang ragu, yang pujangga itu?

apa artinya membaca mahabharata
di manhattan dan kita berpisah, katamu

hurufhuruf di sepanjang halaman buku
telah sepakat memotret
metafora mbeling, dan sepasang
burung masih merantai kesepiannya
sebagai polemik kamasutra
kecuali dua anak kata
sastra Indonesia yang mati muda

kau mengunyah simfoni—metrum
meniup ngilu—dan lebam
sintaksis sebagai pencegahan
penuaan dini
tak menyadari
sekadar cinta dan iri hati

apa artinya laut timur
dan daratan barat, katamu

hurufhuruf di pergelangan tanganmu
menjadi arsitek bagi puisi
yang membangun
seribu jendela lekra dan
sejarah manikebu yang lupa terarungi

suatu genggaman menangkap
basah lintasan sastra
indonesia, seperti berhasil mencuri
gelombangnya
kecuali sepotong kalimat proklamasi
yang dicuri kemerdekaannya sendiri

apa artinya membaca buku
dan cinta belum mampu
satukan kau-aku, katamu

(2023)

di perpustakaan

di perpustakaan
pantai diamdiam mencuri angin
dan tubuh kafka tergulung
dalam gaung birahi yang tak ia miliki.

nona saeki—yang datang
lebih cepat—menyiapkan ciuman
yang malas mengingat kenikmatan.

di perpustakaan
seekor gagak membaca keduanya
dengan mulut amarah
sementara bukubuku menutup mata
dari cahaya lampu:
a i h
kafka telanjang
menatap nona saeki
di pinggir lukisan
pantai—duamenitberlalu
akhirnya tawa nona saeki
melelehkan ciuman ketiga.

di perpustakaan
setelah pantai merebahkan
wujudnya di pangkuan gagak hitam
kafka kecil meninggalkan
nona saeki
dengan
hati
penasaran.

(2024)

plesir

merdeka atau mati
bisikmu sekali lagi

polusi memeluk tubuh remaja
dua tiga lonte dekat jembatan merah
mondar-mandir, tersenyum-tertawa
setelah malam jatuh di surabaya

sepasang mata mabuk berkeliaran
mencari duatiga kembang desa
meskipun bibir mencatat malapetaka
dan beberapa fakta sejarah
malam telah jatuh di surabaya

tetapi, merdeka atau mati
sebagai sesuatu ideologi
mengapa terasa percuma
tanyamu sekali lagi

polusi memeluk tubuh remaja
sepasang kekasih dekat peneleh
leyeh-leyeh, menghitung rahasia negara
sebelum jawa menertawakan anakcucunya

merdeka atau mati, cuk
tanyamu terakhir kali

(2018)

*****

Editor: Moch Aldy MA

Ahmad Rizki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email