Tubuh yang Diiklankan
Tubuhmu
telah menjadi spanduk di perempatan—
dengan huruf kapital dan klaim bombastis:
Obat kuat! Sekali teguk, taklukkan dunia!
kau minum
seperti meneguk masa kecilmu yang sering dimaki
karena menangis di kamar mandi
sementara istrimu—
membilas luka di antara paha
dengan sabun pewangi yang dijanjikan
dapat membuatmu kembali tinggal
padahal
tak ada bau yang lebih pekat
dari pengkhianatan yang manis
–
Lubang
orang-orang memperkecil lubang
seolah cinta bisa bocor darinya
seolah kenangan bisa dibungkus ulang
dengan benang jahit yang lebih kuat dari rindu
ia duduk di depan cermin
membuka kakinya, mengoleskan gel pengencang
seperti memoles ulang sejarah
sementara lelaki di seberangnya
mengoleskan pil pada lidahnya
agar malam itu tak terlalu cepat tamat
dan mereka saling melihat,
bukan karena cinta,
tapi karena saling ingin saling lupa
–
Iklan Ranjang
di televisi, penis menjadi roket
vagina menjadi terowongan
dan cinta menjadi durasi
kita hidup di zaman
di mana orgasme dianggap sebagai kesetiaan
dan pelukan sebagai transaksional
kau ingin bertahan lebih lama
padahal ia hanya ingin dirimu pulang lebih cepat
–
Reklame di Dada
suatu malam,
kau membeli krim pengencang dada
dari akun yang menjual pelaminan dan penghapus masa lalu
kau pikir
jika dada ini lebih kencang
dia akan mengulang sumpah nikahnya
padahal ia diam-diam membuka DM perempuan muda
yang mengiriminya foto tanpa kepala
sebab cinta hari ini
tak butuh wajah
hanya tubuh dan sinyal
–
Serbuk Ajaib Penunda Klimaks
“biar tak cepat lemas,” katanya
sambil merobek bungkus plastik
yang berisi keperkasaan dalam dosis terukur
di tubuhnya
ketegangan bukan lagi dari cinta
melainkan dari takut kalah oleh rumor
tentang betapa gigihnya lelaki yang merebut istrinya
padahal,
yang hilang dari ranjang mereka bukan stamina
melainkan percakapan setelah lampu dimatikan
–
Malam yang Tak Lagi Kita
aku mencintaimu, katamu
sambil mencium pahaku yang baru dibilas cairan antiseptik
agar tak ada aroma yang mengingatkanmu
pada luka yang bukan kamu buat
tapi cinta
tak bisa disterilkan
tak bisa dipoles
tak bisa diresepkan oleh apotek terdekat
kau bisa membeli waktu di ranjang
tapi tak bisa membeli tempat untuk pulang
(Yogyakarta, Juni 2025)
*****
Editor: Moch Aldy MA
