Lalu Ahmad Albani Atsauri kelahiran 2002 asal Lombok Timur. Aktif menulis dan berkegiatan di Kelompok Puisi Kata Pengantar (KPKP). Editor penerbit digital Ruangrasa Project.

Ulang Tahun Yesus dan Puisi Lainnya

Albani Atsaury

1 min read

Ulang Tahun Yesus

&
setelah
kau mangkat
melepaskan sisa
sisa tubuhmu yang
terpaku itu
tetes
-tetes

darah
segarmu masih
mengucur ke tanah
tanah yang melahirkanmu
itu pula dijadikan
kuburan massal

&
hari-hari
berikutnya,
tubuh-tubuh
tidak berhenti
melepaskan diri
dari baju sekolah
baju dokter, rompi
jurnalis yang kempis
baju yang tertumpuk
beton dan tanah

menjadi nisan

&
hari-hari
berikutnya
tidak hentinya
menjadi tanggal
merah, selain
tanggal ulang
tahunmu

adakah
kau
merayakan
kelahiranmu
setelah banyaknya
kematian di tahun
ini?

Hadiah

derai-derai cemara perak
runtuh setelah tangisan
pertama adakah kau
tersenyum setelah
merampungkan
segala yang mungkin
berlubang di hati-hati
kami, kehidupan: misalnya

& di bawah pohon
zaitun di depan tenda
adakah kau titipkan
roti & anggur sebagai
pengganti hadiah tahun ini?

tanah tempat toko-toko
roti & pohon anggur
sudah habis dicuri

(di atas
tubuh-tubuh
penuh
duri & peluru
panas).

Cermin

setiap
kepergian
selalu

menyisakan lubang, & lubang
itu senantiasa digenangi air

di sana jua kita

bercermin.

Waktu Memeluk Michael di Jogja

apakah jumlah putaran jam di
sana sama seperti di malang?

24/7 dingin & kadang
ribut di jalan besar

aku tahu, aku tidak pernah
ke jogja, tapi aku bisa

mengalami jogja dengan
kedua bola matamu

yang sudah layu &
rindu pelukan waktu

iya, waktu yang itu juga
waktu yang di malang

membikin malam menjadi
sumringah melihat

puisi dibacakan seperti
ucapan postcard ulang tahun

ternyata waktu yang itu pula
yang membikin seluruh

sudut puisi ini kehilangan
majasnya yang magis

di tanganku yang kemarin-kemarin
masih melambai di daun pintu

sebuah kafe tempatmu
meminjam waktu

setidaknya untuk kembali
menengok malang sekali lagi.

Musim Kelahiran
untuk Fardha

di gang-gang kecil dan sempit
umur merayap & menjalar
seperti lumut pada tembok
gapura, liar &

merambat, di hidung kota
waktu dicium seperti pipi
anak balita, terendus
wewangian bunga
bougenville yang gugur

satu per satu pada
hari kelahiranmu:

saat aku memasuki matamu
tak kutemukan jalan keluar

tersesat.

*****

Editor: Moch Aldy MA

Albani Atsaury
Albani Atsaury Lalu Ahmad Albani Atsauri kelahiran 2002 asal Lombok Timur. Aktif menulis dan berkegiatan di Kelompok Puisi Kata Pengantar (KPKP). Editor penerbit digital Ruangrasa Project.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email