Pernah belajar fisioterapi dan psikologi.

Petualangan Kakek Tua yang Kabur dari Jendela

kamarul arifin

2 min read

Allan Karlsson adalah seorang kakek berusia 100 tahun yang merupakan  tokoh utama dalam buku The 100 Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared karya Jonas Jonasson. Dalam buku ini diceritakan bahwa Allan melakukan perjalanan mendebarkan setelah kabur dari panti lansia melalui jendela kamarnya, saat akan dilaksanakan pesta perayaan untuk ulang tahunnya yang ke-100.

Buku ini dibuka dengan kutipan yang sangat menarik yang berbunyi; “Segala sesuatu berjalan seperti apa adanya, dan apa pun yang akan terjadi, pasti terjadi.” Selain itu ada juga testimoni dari Kirkus Reviews di sampul belakang buku; “Novel ini merupakan obat paling manjur bagi siapa pun yang sedang bermuram hati, terutama yang tidak siap menjadi tua.”

Buku ini merupakan kisah satire yang cerdas, dibawakan dengan humor ringan, sekaligus kisah yang kompleks dan membawa kritik mendalam. Melalui dua kisah, yakni perjalanan hidup Allan sewaktu masih muda sampai akhirnya terjebak di rumah lansia dan petualangan Allan saat kabur dari rumah lansia melalui jendela kamarnya di hari ulang tahunnya yang ke-100, penulis bergantian dalam setiap bab menceritakan dua masa tersebut.

Masa lalu Allan yang fenomenal, membantu para pemimpin negara di masa perang, mulai dari Raja Spanyol; Jenderal Franco, Presiden Amerika; Harry Truman, Lenin pemimpin Uni Soviet, Mao Tse Tung pemimpin Komunis Tiongkok, dan massih banyak pemimpin-pemimpin negeri lainnya.

Allan ditinggal ayahnya ke Rusia sejak kecil dan hidup luntang lantung bersama ibunya, yang tak lama setelah itu ayah dan ibunya meninggal. Allan putus sekolah. Meski demikian, rasa haus Allan terhadap ilmu pengetahuan terus tumbuh. Allan sering ke perpustakaan untuk membaca buku dan koran.

Saat Ibunya meninggal, Allan bekerja di pabrik perakitan bom. Pekerjaan ini mendorongnya untuk melakukan percobaan pribadi membuat bom. Hobby Allan tersebut mengantarkannya ke penjara dan bertemu dengan seorang profesor yang mejadikannya objek penelitian. Dari sini kisah Allan Karlson muda dimulai.

Allan terlibat dalam banyak perang. Baik itu perang fisik maupun perang ideologi, terutama antara ideologi kapitalis dengan sosialis. Anehnya atau bisa kita sebut uniknya, sang tokoh utama Allan Karlson justru sangat tidak menyukai topik tentang ideologi (politik) dan agama. Ia tidak memihak pada ideologi apa pun atau agama apa pun, Allan dengan mudahnya berpindah dari mendukung pemimpin kapitalis kemudian membantu pihak sosialis. Karena Allan membantu seseorang bukan berdasarkan ideologi atau agamanya, melainkan sikapnya terhadap Allan.

Allan dengan senang hati bekerja sama dengan pihak mana pun asal diperlakukan dengan baik. Sebaliknya, ia tidak akan gentar menolak untuk membantu siapa pun jika tidak diperlakukan dengan baik, termasuk pemimpin sekeras Stallin. Bahkan ia menolak membantu penelitian tentang bom atom bagi negaranya sendiri; Swedia.

Kisah kedua berpusat pada perjalanan Allan kabur dari rumah lansia melalui jendela kamarnya, beberapa menit menjelang pesta ulang tahunnya yang ke-100. Hal tersebut tentu membuat bingung Direktur Alice,  sebagai penanggung jawab di rumah lansia, serta wali kota yang sudah siap menghadiri pesta tersebut. Allan memilih kabur dan memulai petualangan baru yang luar biasa bagi kakek berusia 100 tahun.

Dari rumah lansia, Allan menuju terminal bus untuk pergi sejauh mungkin dari rumah lansia. Di terminal ini Allan bertemu pemuda yang menitipkan kopernya padanya. Sialnya, saat pemuda tersebut pergi ke toilet, bus yang akan dinaiki Allan akan segera berangkat. Allan memutuskan untuk membawa koper tesebut ke dalam bus dengan harapan pemuda itu segera menyusul. Naas, sampai bus berangkat pemuda itu masih di dalam toilet.

Koper yang dibawa Allan ternyata berisi uang ratusan juta krona (mata uang Swedia). Koper tersebut ternyata milik gengster bernama Never Again, yang merupakan hasil penjualan narkoba. Tentu saja sang pemiliki koper bingung dan memburu si kakek tua. Di sinilah tragedi dari petualangan kakek tua, Allan Karlson bermula. Bagaimana ia lolos dari kejaran anggota Never Again, sampai akhirnya ia justru berkawan dengan Bos Never Again.

Indonesia mendapat tempat istimewa di buku ini. Bali merupakan tempat liburan Allan setelah ia muak dan lelah terlibat dengan perang dunia. Bali juga menjadi tujuan Allan, ketika ia berhasil membawa kabur uang sindikat narkoba. Indonesia disebut sebagai surga. Karena di Indonesia semuanya dapat dibeli dengan uang dan tak ada masalah yang tak dapat diselesaikan dengan uang. Di Indonesia dengan uang tidak ada yang tidak mungkin. Benarkah demikian?

Pada akhirnya, buku ini mengajarkan kita untuk tidak pernah mengkhawatirkan masa depan dan jangan pernah takut untuk memulai apa pun dalam hidup kita.

kamarul arifin
kamarul arifin Pernah belajar fisioterapi dan psikologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email.