Cangker Sholihuddin Alangkah indah langkah

Percakapan Singkat di Aplikasi Cepat Saji

53 sec read

Pesan Masuk dari Ibu

Lalu lintas pesan masuk begitu sibuk
Sampai kulupa pada kemacetan di depan mata
Di pagi hari ini
Datanglah pesan suara dari Ibu tercinta
Dua puluh empat jam durasinya
Namun tak ada suara yang terdengar
Kesunyian Ibu begitu ramai di dalam dada

 

Harapan itu Ada di Matamu

Kisah itu selalu dituturkan Ibu
Dalam kegelapan malam yang masih kutelusuri
Apa maknanya hingga kini;
Kisah yang selalu baru
Dalam menyampaikan sebuah harapan

Di pagi ini, di sebuah meja
Di dalam ponsel pintar ini
Aku menemui kisah itu lagi
Di antara kedua matamu
Yang kau upload di Instagram itu

 

Virtual

Rasa sayang kita patut dipertanyakan
Apabila tak ada sebuah pertemuan
Bahkan sering kita dengar bahwa setiap pertemuan, pasti ada
perpisahan, bukan?

Sayang oh sayang di zaman virtual
Sebelum adanya pertemuan
Kau sudah mengajakku ke perpisahan itu

 

Percakapan Singkat di Aplikasi Cepat Saji

Sore itu ia memesan
makanan dari aplikasi yang dirasanya
sanggup mengatasi sepi
Ia memesan sebuah masakan
nasi boranan merah namanya
pada seorang kurir dalam aplikasi itu

Kurir itu tak tahu apa makanan itu
lantas pemesan itu berkata lewat pesan
di ponselnya
Itu adalah makanan favoritku
masakan ibuku yang baru saja meninggal seminggu lalu

Percakapan pun terhenti
Kurir tak dapat menyanggupi

 

Bermain Facebook

Foto itu kembali nampang di layar beranda
sosial mediamu
Foto yang kala itu mewakili segala
bahagia, serta menimbun segala duka
yang pernah ada
Dalam foto itu ada dirimu dan kawan-kawanmu
“Selamat menikmati kenangan tiga tahun lalu” ucap Facebook
di saat kawan-kawanmu sibuk

Cangker Sholihuddin
Cangker Sholihuddin Alangkah indah langkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email.