Sedang berusaha menyederhanakan pikiran.

Penghujung Akhir Tahun dan Puisi Lainnya

Kezia Natalia K

49 sec read

Penghujung Akhir Tahun

Sudah hampir tiga puluh satu Desember

Berbenah untuk segala kemungkinan

Menyiapkan harapan-harapan baru

Sibuk membual perihal hal baik yang akan terjadi nantinya

Menyusun rencana, membunuh ekspektasi dari diri sendiri

Atau membuat beberapa pesta; mengucap selamat tinggal sebelum pergi

 

Di Sudut Kedai Kopi

Pagi ini, hanya ada aku seorang diri

Duduk menatap bayanganku sendiri

Sambil menunggu pesanan,

kuisap sedikit sisa tangis semalam

Kembali menyusuri seluruh isi kepala

Sudah hampir dua jam pesananku tak kunjung datang

Hampir amarahku meluap

Sebelum kusadari bahwa yang kupesan adalah secangkir harapan

 

Hari Ulang Tahun

Tidak ada yang istimewa

Bangun pagi, lalu menyeruput kopi sachet

Membalas satu-dua pesan WhatsApp

Tidak ada yang harus aku tunggu

Dan tidak perlu mengunggah sesuatu

Untuk apa orang lain tahu?

Beranjak pergi menuntaskan pekerjaan

Merayakan hari dengan semangkuk mie instan

rasa soto di warmindo langganan

Tiba di penghujung hari,

menyapa Tuhan dengan doa yang itu-itu saja

 

Gerimis Sepanjang Desember

Gerimis turun dari kedua matamu

Sedari pagi hingga pagi lagi

Membasuh seluruh ingatanmu

Tidak ada waktu mengeringkan luka-lukamu

Menyebabkan gelisah sepanjang hari

Hingga akhirnya banjir memenuhi pikiranmu sendiri

Kau pun tenggelam dalam kenangan

Dan hanyut terbawa dalam lamunan

 

Dia yang Tak Kunjung Berbahagia

Semalam dia bercerita,

tentang bunga layu dalam hatinya

Bunga itu hampir mati

Terinjak oleh kenangan

Kelopaknya kering sempurna

Dengan luka robek di sekujur tubuhnya

Sungguh aku ingin menolongnya

Tapi, bagaimana kah caranya?

Kezia Natalia K
Kezia Natalia K Sedang berusaha menyederhanakan pikiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email.