Penakluk Pagi dan Puisi Lainnya

Arida Erwianti

1 min read

Amunisi

kecemasan di ujung bibir
terlipat tipis-tipis
jadi pembatas buku
musim yang jauh lebih dingin
dari lembar-lembar paling hujan
dalam kalender

katanya, ada perang hitam
pada ujung bulu mata
sedang menyala nyala
dan kita mesti mengisi amunisi
sampai betul-betul kaya
dengan pisang goreng,
masak di dapur,
dan pelukan-pelukan
yang mungkin sia-sia

 

Di Buku Anak-Anak

pagi berawan
kau diselamatkan cerita
dan gambar-gambar
dari buku anak
yang kau baca semalaman

matamu lembah kabut
yang mulai menghijau
kepalamu riuh kota
menjelma rimbun hutan

dari buku anak itu
yang kau baca semalaman
terbentang jembatan pelangi
cerita-cerita berkelebat
tokoh-tokoh ajaib
datang dan pergi
sepedih pagi yang baru
sehangat masa lalu

 

Penakluk Pagi

hari masih pagi
ketika di kepalamu
beberapa urusan berebut perhatian
seperti kendaraan berebut jalan
pertemuan-pertemuan dalam gawai
tak suka rengekan dan teriakan anak-anak
api pada kompor bergoyang
spatula menari menyentuh wajan

ini Senin pagi, Kembang Api!
tidurlah dalam mesiu yang beku
aku harus menaklukkan dunia
katamu

lamat-lamat menyuapi anak
dengan warna-warni yang kau petik
dari kebun di kepala sendiri
ada bayam, wortel, jagung,
ikan kembung, tempe mendoan,
dan doa yang sunyi

menaklukkan dunia
dengan dompet kulit usang
ada donat-donat mengembang
di dapurmu yang usang
dalam iringan dering meteran listrik

kau bungkam sejenak,
sebelum tertawa sedikit pahit
lalu popok menjelma awan bunga-bunga
terbang rendah ke rumah
kapal pecah

 

Mesin-Mesin

di rumah
ada mesin cuci,
mesin air, mesin ketik,
masih bekerja

di kantor
ada mesin fotocopy,
mesin pembuat kopi
masih juga bekerja

mesin kerja,
mesin lembur,
mesin pencari duit,
mesin suruhan bos,
mesin… mesin…

di bawah ranjang
ada mesin
dalam lengan-lengan
yang menyuapi anak
juga dalam botol
hand sanitizer

apa?
bumi sedang ingin ganti mesin?

 

Di Sisa Malam

malam bising di kamar tidur
dimulai saat anak ditimang bapak
saat ibunya berusaha terlelap juga
ada gemuruh pada botol-botol skincare
juga dalam dada
yang memerangkap gelombang pasang
dan bisikan yang kadang
tak sengaja sampai ke mimpi anak

tapi malam yang panjang
memang kerap jadi penengah
antara riuh dan suatu yang kosong
di sisa malam kali ini
ada lengan-lengan letih
perlahan tengadah,
dilawannya gravitasi
membumbung tinggi

dan langit
sungguh tak perlu kopi
untuk terjaga semalaman

 

***

Editor: Ghufroni An’ars

Arida Erwianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email