Pekik Revolusi dalam Kentut

25 sec read

Di Warteg

Kita serahkan lelah hari
pada bahari

Seorang SPG pernah berkata padaku,
“Kamu adalah apa yang kamu makan.”

Tubuh kita menjadi usus ayam di piring
melar dan elastis.

Mendingin disiram sayur tahu.

 

Mie Ayam

Jangan memintaku menjadi loncang
saat kau melupakan sawi yang tenggelam
ke dasar mangkukmu

Cukup kenanglah aku
sebagai serpihan kayu dari putaran sumpitmu

 

Soto Betawi

Ah, hatiku jeroan sapi
diseruput bibir santanmu

Inikah gurih terusir di tanah sendiri?

 

Pekik Revolusi dalam Kentut

Kudengar pekik revolusi
dan hasrat berbuat anarki
reformasi tak pernah cukup
sedang kebebasan abadi dalam kentut

Cahaya lebih cepat dari suara
seperti kilau peluru dari dentum batu

 

Di Istana Negara

plang peringatan bertulis:
“YANG TIDAK BERKEPENTINGAN DILARANG MASUK”

Raihan Robby

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email.