Bila Hidup di Negeri Dangdingdong
di sana sulit tak mencaci
berlaku adil dimusuhi
berkata jujur ditertawai
para pembohong lincah menari
para pemodal asyik berkongsi
merangkul elite yang nguntungi kantong sendiri
para pejabat santuy korupsi
meski harus nginap di bui
tenang hukum bisa dibeli
dengan sedikit sopan, kurangi masa tahanan
para anggota dewan sibuk merangkai mimpi
belum apa-apa, baliho membentang (membanteng) di sana-sini
dikepak-kepakkan sayapnya agar makin popular
maklum, makin trending makin mem-branding
tapi kita tak perlu terlalu risih
kalau ada apa-apa toh dia lagi-dia lagi
segala urusan sudah dapat ditangani
kita sih cuma numpang haha-hihi
mau geli, eh tapi kok ya ngeri
di negeri dangdingdong
kita cuma bisa ngopi
sambil sedikit nyanyi-nyanyi:
apa apa apanya dong
apanya dong
apanya dong
dangdingdong…
ya, sekadar buat menghibur diri.
Depok, Februari 2022
Tanpa Tanda Tanya
matahari mentereng
menyinari tiap keping wajah
orang-orang berhamburan
mencari apalah entah
mobil-mobil bergerak
memacu jalan dengan lekas
hendak ke mana
kita menuju apa
di dinding jalan
tampak tulisan besar
“siapa pembunuh yusuf”
“siapa membunuh randi”
tanpa tanda tanya
hendak kubawa cat semprot
lalu berdiri di hadapan dinding itu
di sana akan kububuhkan
tanda tanya besar;
tanda jasa besar.
Kendari, 22 Oktober 2021
Dongeng (Jelang) 2024
dongeng sebelum tidur
o, tidak
cerita fiktif
o, bukan
hoaks
o, tak begitu rsepertinya
tipudaya
o, mendekati
basa-basi
o, rasanya karib sekali
janji kampanye
o, halah nasibmu nahas
sudah mau pemilu lagi
ya, yuk lah gas!
Jakarta, 2021
Nyanyian (di) Kamar Mandi
dibasuh ujung kepala
hingga ujung kuku kaki
semua lantis
dipeluk gerimis
dari gayung tua
yang berlumut
berlumur pahala
ya, sebab ia
telah mengantar kami
saban hari mandi wajib
membawakan air wudhu
ke bagian tubuh kami yang layu
keriput, tak lagi sekal
tiap tetesnya
jadi penggugur noda
mandi, pergi menziarahi
noda-noda pada tubuh
sela-sela telinga
lipatan perut
tepi selangkangan
daki-daki mengerak
bagian mana pada manusia
yang luput dari dosa?
tak ada, bukan?
mandi dengan siraman rohani
jiwa segar kembali
badan bersih lagi
kami (sungguh) suka bernyanyi
dengan gayung tua ini
suara kami memantul sunyi
di bilik kamar mandi
yang sepi
kian hening
gigil jadi merinding.
Depok, Oktober 2021
Sunyi-sunyiku Itu Aku
sebagian orang
sibuk hura-hura
sebagian lagi
asyik berfoya-foya
beberapa dari mereka
menebar huru hara
beberapa lagi
ditransfer uang dari negara
(yang punya akses saja)
sebagian elite
hanya banyak bicara
tong kosong belaka
beberapa lagi
diganjar kursi jabatan
(yang sedang hoki saja)
dua-tiga orang
merasa girang
di antara mereka
mulai menjajal ingar bingar kota
satu di antaranya
mulai parlente
bergaya semau gue
sedang aku duduk di pojok peradaban
di hadapanku terhampar hening
di layar laptop yang mulai overheat
di atas meja kerja itu
kutulis sunyi-sunyiku
bagaimana?
apa kamu senang membacanya?
tak mengapa, aku senang membuatnya.
Februari 2022
