Ketika Tuhan Menciptakan Rindu

Yuri Karym

40 sec read

Ijazah

Ijazah memegang tanganku

Penuh kepercayaan

Penuh nama baik

Penuh kelaparan

 

Bogor, 2020

 

Kehilangan

Semua tempat pernah kita lalui itu penting

Di sela-sela buku, di kolom lemari, di balik tikar

Aku akan tetap mencarimu walau kau ada di dekatku

Kelaparan butuh kecukupan dari hal-hal kecil

Persis di saat gorengan membutuhkanmu

Atau aku memandang barisan roti di etalase

Memilikimu lagi sulit bagiku menjadi pengemis

Setelah aku menemukanmu di celana jeans tua. Ucapmu:

“Ingatlah, seribu rupiah tidak akan pernah ada tanpaku”

Alhamdulillah aku bisa beli gorengan.

 

Gowa, 2021

 

Senja (Senayan Jakarta)

Maafkan aku

Merepotkanmu

Dan masih belepotan

Mengucapkan rindu

Sebenar-benarnya

Di waktu senja itu-

Bukannya aku ingin

Mengganggumu

Tapi apa daya kata

Tak terdengar lagi

Seperti Brimob itu tiba –

tiba kentut

Dengan gas air matanya

Dan kuhirup udaramu

Bersamaan lepasnya

Tangisanku dan perihku

 

Jakarta,  2019

 

Jiwaku

Hujan masuk di tubuhku

Membanjiri jiwaku

Seperti cermin:

“Bersihkan wajahmu”

 

Gowa, 2021

 

Ketika Tuhan Menciptakan Rindu

Tuhan menciptakan rindu di malam hari

Dan gelap itu kegelisahan yang bertanya

Jarak seperti bulan-bintang

Bukan untuk kau putus asakan

Menikmatinya selama sinarnya ada

Saat awan menutupinya?

Yakinlah matahari tetap setia

Bertanggung jawab

 

Gowa, 2021

Yuri Karym

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email.