Redaksi Omong-Omong

K-aleidoskop 2021

Emma Amelia

2 min read

Kenikmatan produk-produk budaya populer Korea Selatan semakin tak terelakkan di tahun 2021. Pesatnya distribusi konten hiburan Korea di internet dan televisi berhasil menarik lebih banyak orang yang mati gaya karena pembatasan aktivitas selama pandemi menjadi penggemar. Berbagai kalangan lantas merayakan kenikmatan ini dengan cara masing-masing; ada yang militan dan terorganisir, ada pula yang hanya ikut menimbrung sesekali. Tahun 2021 seakan mengaminkan gagasan Ariel Heryanto dalam “Identitas dan Kenikmatan” bahwa perlahan tapi pasti, identitas baru orang Indonesia sebagai orang Asia modern dan kosmopolit semakin kukuh seiring dengan meningkatnya penerimaan masyarakat kita terhadap budaya populer Korea Selatan.

Ulasan “Identitas dan Kenikmatan”: Memahami Kenikmatan Fangirling K-Pop

Segala sesuatu yang dibubuhi embel-embel “Korea” jaminan laris manis. Pengusaha besar hingga kecil berbondong-bondong menjual produk yang dilabel “ala Korea” atau menggunakan selebritas Korea sebagai bintang iklan. Lokapasar-lokapasar ternama berani jor-joran keluar uang untuk mendatangkan bintang-bintang Korea ke panggung acara diskon tanggal cantik yang rutin disiarkan di televisi setiap bulan, bahkan sampai mengadakan awards segala. Di ranah perbukuan, buku-buku bergenre self-help karya penulis asal Korea langganan masuk daftar best seller.

Tidak mau ketinggalan demam Korea, Omong-Omong pernah mengulas beberapa produk budaya populer asal Korea Selatan sepanjang tahun 2021.

Drama dan Film

Tayang pada pertengahan bulan Oktober, Squid Game berhasil memecahkan rekor sebagai serial Netflix dengan jumlah penonton terbanyak, meskipun belakangan rekor tersebut berhasil diungguli oleh Hellbound. Serial multigenre ini mengungkap bagaimana kemiskinan di negara kapitalis seperti Korea Selatan membuat banyak orang terjerat utang sampai rela bertaruh nyawa demi melunasinya. Premis yang menarik, serta penggunaan properti dan kostum yang ikonik adalah dua alasan mengapa Squid Game begitu populer. Ironisnya, Squid Game justru diapropriasi oleh pihak-pihak yang menjadi sasaran kritik serial ini. Misalnya, penyedia layanan pinjol di Indonesia yang mengiklankan pinjaman cepat menggunakan meme dari serial Squid Game.

Ulasan Squid Game:

Selain Squid Game, masih ada beberapa judul drama Korea rilisan tahun 2021 yang punya selling point unik. Salah dua di antaranya adalah Law School dan Yumi’s Cells. Drama Law School mengajak penonton untuk mempelajari seluk-beluk penegakan hukum yang dikemas secara ringan dan tidak membosankan. Penegakan hukum dalam kasus kekerasan seksual menjadi salah satu fokus cerita drama ini. Sementara itu, Yumi’s Cells menawarkan pengalaman baru menonton drama Korea dengan memadukan format live action dan animasi.

Baca lengkap:

Di bulan Desember, film pendek Georgia yang telah memenangi banyak penghargaan di berbagai festival film tayang terbatas di Youtube Indonesia atas permintaan warganet. Film ini terinspirasi oleh pengalaman penyintas kasus Miryang gangrape pada tahun 2004. Cerita dalam film ini relevan dengan sikap masyarakat dan ketidakjelasan penegakan hukum terhadap kasus kekerasan seksual di Indonesia. Setiap adegan dalam Georgia penuh dengan penggunaan simbol yang makna di baliknya selalu menarik untuk didiskusikan.

Ulasan Georgia:

K-Pop

Musisi-musisi K-Pop boleh jadi adalah para pekerja seni yang paling produktif berkarya saat ini. Setiap tahun, satu musisi K-Pop bisa merilis lebih dari dua album musik baru. Ini belum termasuk rilisan lain seperti soundtrack drama, single kolaborasi dengan musisi lain, lagu spesial natal, dan sebagainya. Setiap rilisan selalu disambut meriah oleh para penggemar musisi-musisi ini sehingga jutaan kopi album K-Pop berhasil terjual pada tahun 2021, dengan ataupun tanpa gimmick seperti photocard dan kesempatan melakukan video call dengan idola. Di internet, jumlah tayangan video musik musisi-musisi K-Pop kenamaan bisa menyentuh angka ratusan juta hanya dalam waktu 24 jam. 

Pesona para bintang K-Pop ini cukup kuat untuk memberikan pengaruh bagi masyarakat luas. Alhasil, pihak-pihak seperti Pemerintah Korea Selatan, PBB, perusahaan multinasional, hingga pemerintah negara lain tertarik untuk menggandeng mereka sebagai duta.

Baca lengkap Diplomasi Budaya: Dari Korea Selatan Kita Belajar

Demam Korea belum tampak akan reda dalam waktu dekat. Para pelaku industri hiburan Korea Selatan mulai ambil ancang-ancang untuk membuat gebrakan baru di tahun 2022. Agensi besar seperti SM Entertainment bahkan sudah curi start dengan memperkenalkan proyek metaverse ala mereka, SM Culture Universe (SMCU). Sementara itu, Netflix digadang-gadang bakal membuat lanjutan serial populer Squid Game.

Emma Amelia
Emma Amelia Redaksi Omong-Omong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email.