Muhammad Zaki Maarif Firman Mahasiswa yang senang mengarsipkan pikiran

Ada Sajak di Makananmu

57 sec read

Getir

Petani itu berpagi-pagi pergi

Menuju ladang

Menanam harapan, menuai keputusasaan

Menggemburkan dada, menyuburkan lara

 

Garis hidupnya terperangkap di dua masa

Pertama masa paceklik

Satunya lagi masa tagihan utang

 

Langit jingga adalah alarm

Tangan kasarnya pulang dengan gontai

Siap menyeka air mata anaknya

Yang kini kelaparan lagi

 

Jenaka

Lahan sengketa terpingkal-pingkal

Mendengarkan gurauan pejabat tua

Memotivasi petani-petani muda

 

Alih-alih sejahtera

Keluarga petani memilih siaga

Ucapan manis hasilnya sama saja

Jeritan suara berhadapan dengan moncong senjata

 

Rasa takut pada maut telah lama sirna

Pengusiran dari sumber penghidupan jauh lebih mencekam

Atas nama aliran dana, status mereka bertambah

Penghambat pembangunan

 

Hutan belantara terbahak-bahak

Mendengar celotehan pejabat

Mengobral kata ‘manfaat’ dan ‘optimal’

 

Rencana berbuah bencana

Masyarakat adat takluk lagi

Di hadapan modernisasi

 

Ekstrapolasi

Kek, siang ini aku mengunjungimu dari masa depan

Seusai sarapan sepiring daging rekayasa

Kata nenek, buah asli itu nikmat

Lebih menyegarkan

Kata nenek, moyangku sangat hebat

Bisa menghilangkan dahaga dengan air sungai

Kata nenek, kampungnya telah tiada

Tersapu kenaikan air laut

Kata nenek, semua kerabatnya telah mendahului

Menyisakan dirinya di hadapan zaman

Bersama warisan limbah polimer

 

Rahasia

Hiruk-pikuk kota berbisik padaku

Hidup kita tidak mengalir seperti air

Hidup kita mengalir seperti pangan

Diatur mekanisme pasar

 

Ada Sajak di Makananmu

Aku ingin menempelkan sajak

Di sepanjang rantai pasok makanan

Dari hulu ke hilir

Dari tangan petani hingga suapan konsumen

 

Kata-kata tersebar untuk memastikan

Tak ada lagi bencana kelaparan

 

Sajakku akan berkeliaran

Memenuhi undangan pernikahan

Menyemangati keranjang sampah restoran

Mengetuk hunian sempit metropolitan

Mematuk kantuk pejabat yang kekenyangan

 

Ia akan terus bergerilya

Hingga menjadi

Menu favorit semua manusia

Muhammad Zaki Maarif Firman
Muhammad Zaki Maarif Firman Mahasiswa yang senang mengarsipkan pikiran

0 Replies to “Ada Sajak di Makananmu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email.